Fakta-fakta Mengejutkan Pemobil Arogan yang Hajar Pemotor di Medan, Bukan Orang Sembarangan



IDEANEWSINDO.COM - Beberapa waktu lalu seorang pemobil melakukan penganiayaan ke pelajar SMA Al-Azhar berinisial FAL (16). Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko menjelaskan bahwa pelaku merupakan wakil Pembina Satgas PDI Perjuangan Sumut, Halpian Sembiring Meliala (45).

Meski begitu, dalam konferensi pers, pada Sabtu (25/12) kemarin dinyatakan bahwa Halpian alias HSM tidak perlu dikurung. Lantaran hukumannya di bawah lima tahun penjara.

Akhirnya HSM tak jadi ditahan dan hanya wajib lapor. Selain itu terungkap fakta baru, putri kandungnya ternyata juga bukan orang sembarangan.

Sebelumnya, beredar video rekaman CCTV yang membuktikan bahwa Wakil Pembina Satgas PDI-P Sumut, Halpian Sembiring Meliala alias HSM melakukan penganiayaan terhadap pelajar berinisial FAL.

HSM diamankan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol M Firdaus dan jajarannya. Saat HSM tengah nongkrong di sebuah kafe di Medan Johor, Jumat (24/12).

Polrestabes Medan memamerkan sosok HSM di hadapan awak media. Sekaligus mengumumkan tuntutan yang menjerat HSM atas aksi penganiayaannya. Dalam kesempatan itu, HSM tampak tak mengenakan pakaian tahanan maupun tidak diborgol.

"Yang bersangkutan dikenakan Pasal 76 c junto 80 ayat 1 Undang Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan hukuman paling singkat 3 tahun 6 bulan dengan denda Rp 72 juta," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Riko.

Hanya Wajib Lapor
Awalnya HSM terancam 3 tahun penjara. Namun dalam konferensi pers tersebut, diumumkan pula bahwa tersangka tak perlu dikurung di balik jeruji.

HSM justru cukup melakukan wajib laporan. Dengan dalih, karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun penjara. Sontak hal ini menjadi sorotan.

"Pelaku tidak ditahan dan wajib lapor," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol M Firdaus, /2021).

Selain itu saat tersangka HSM di hadapan publik, tak mengenakan rompi tahanan layaknya tersangka lain. Ditambah lagi, ia sempat disediakan kursi. Tampak HSM duduk sambil melipat tangan didampingi dua Polwan di kanan dan kiri.

Tersangka Sempat Membela Diri
Pengemudi mobil Toyota Land Cruiser Prado itu rupanya masih sempat mengelak dan membela diri. Kronologi kejadian menurutnya, korban FAL (16) sempat berkata kasar. Sehingga HSM naik pitam.

"Saya keluar, korban di situ berteriak kepada saya. 'Kau mundurkan mobilmu'. Saya pas unmood. 'Hei sopan sedikit, saya lebih tua. Kamu pikir lebih dewasa?' saya bilang. Mohon maaf saya khilaf. Merasa anak (itu) tidak sopan," ujar HSM.

"Sudah jelas ya, merasa tidak sopan karena si korban anak," terang Kombes Riko.

Anak Pelaku
Bukan hanya HSM yang rupanya memiliki jabatan mentereng di wilayahnya. Ternyata putri cantiknya, Meralda S Meliala merupakan seorang anggota Kejaksaan RI.

Bahkan tersemat balok tiga yang kentara tersemat di pundak Meralda. Sosoknya ikut mencuri perhatian warganet.

Tak sedikit warganet yang mempertanyakan hukuman wajib lapor tersebut. Mereka memberondong pertanyaan di akun Instagram pribadi milik HSM dan Meralda.

Harapan dari Ibu Korban
Sementara itu, pelajar SMA berinisial FAL hanya bisa terdiam. Meski begitu sang ibu terus berusaha meminta keadilan atas kasus ini.

Ia mengaku bahwa putranya, tak pernah berkata kasar. Bahkan video dari kamera pengawas merupakan bukti nyata. Ia mengharapkan tersangka HSM mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai aturan.

"Kata-kata kasar, itu tidak ada sama sekali. Saya didik saya Alhamdulillah di Al-Azhar juga, tidak pernah berkata kasar. Dia bilang, mohon digeser, tapi dia mengeluarkan kata-kata kotor ke anak saya, sampai menyebut anak saya anjing. Saya ingin dihukum sesuai aturan yang berlaku," papar ibunda korban FAL.

s; otosia.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy