Kisah Wanita Jepang Jatuh Cinta dengan Pria Garut, Ini Alasan Mau Dinikahi



IDEANEWSINDO.COM - Setiap orang tak ada yang mengetahui akan berjodoh dengan siapa dan di mana. Seperti kisah cinta pasangan beda negara ini, pria asal Garut, Jawa Barat tak pernah membayangkan jika bisa menikahi wanita asal Jepang.

Ialah Supriatna yang kini tinggal di Osaka, Jepang bersama istrinya, Yoshiko. Keduanya membuat konten Q&A lewat akun Youtube Azka Omera Family untuk menjawab pertanyaan dari warganet yang penasaran dengan kisah keduanya.

Yoshiko merupakan wanita Jepang berdarah Filipina. Ibunya lah yang berasal dari Filipina, sedangkan ayahnya dari Jepang. Supriatna pun menceritakan awal mula bisa datang ke Jepang hingga bertemu Yoshiko.

"Pertama ke Jepang itu untuk sekolah. Sekolah bahasa Jepang selama dua tahun. Setelah lulus, lalu masuk Nagoya Economic University," jelasnya.

Supriatna mengaku pada saat kuliah, ia berusaha berkenalan dengan wanita Jepang melalui Facebook. Hingga dia menemukan akun Yoshiko dan mencoba mengirimkan pesan kepada wanita itu.

Yoshiko pun memberikan respon. Setelah berkenalan, keduanya saling cocok dan sering bertemu. Seiring berjalannya waktu mereka memutuskan untuk menjalin hubungan yang lebih serius.

Setelah pacaran selama satu tahun, keduanya menggelar acara lamaran. Sebelum menikah, Supriatna berhenti dulu kuliah dan harus pulang ke Indonesia.

"Jadi setelah pulang ke Indonesia, Yoshiko tidak mau ditinggal. Akhirnya ia datang juga ke Indonesia. Dan datang ke rumah, menikah dengan adat Indonesia," kenangnya.

Setelah menikah Yoshiko pulang ke Jepang untuk mengurus visa izin tinggal agar Supriatna bisa kembali ke Jepang. Dan untuk mendapatkan visa tersebut, mereka harus menikah terlebih dahulu. Tiga bulan setelah mengurus visa, akhirnya Supriatna bisa datang kembali ke Jepang dan hidup bersama Yoshiko kembali.

Supriatna dan Yoshiko pada awalnya menjalani pernikahan berbeda keyakinan dan budaya. Meski berbeda, Yoshiko menjelaskan hal tersebut tidak pernah menjadi permasalahan.

"Kalau dijelasin Supri kan Muslim. Kalau saya kan dibesarkan di Jepang tapi ibu saya orang Filipina dan ayah orang Jepang. Kalau orang Jepang tidak terlalu mikirin masalah agama. Kalau ada juga agama Budha," tuturnya.

"Masalah agama tidak terlalu dipikirin. Jadi kayak normal biasanya saja. Kalau ibu karena orang Filipina jadi agamanya Kristen Katolik. Jadi pas saya masih kecil suka diajak ke gereja tapi nggak terlalu percaya gitu sih," lanjut Yoshiko.

Seiring berjalannya waktu Supriatna mencoba memberikan istrinya pemahaman mengenai agama Islam. Hingga Yoshiko pun akhirnya tertarik memeluk Islam dan menjadi mualaf.

Supriatna yang sudah tinggal di Jepang sejak 2014 tidak menduga akan mendapatkan jodoh wanita Negeri Sakura. Sedangkan Yoshiko mengaku menyukai Supriatna bukan karena pria tersebut dari Indonesia, melainkan karena sikapnya yang baik.

"Karena dia baik dan melakukan apa saja demi aku. Dia suka bantuin melakukan pekerjaan rumah dan dia orang yang bekerja keras," kagum Yoshiko.

Menurut Yoshiko, rata-rata pria di Jepang tidak pernah membantu pekerjaan rumah dan memasak. Itulah salah satu yang membuat Yoshiko tertarik kepada Supriatna.

Supriatna sendiri saat ini sedang menabung untuk bisa pulang ke Indonesia. Dia berharap bisa membawa anak dan istrinya tinggal di Tanah Air.

"Untuk selamanya tinggal di Jepang itu enggak, kalau kita punya modal dan akan tinggal bersama di Indonesia," ucap Supriatna.

s: wolipop.detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy