Perbandingan Penanganan Kampung Akuarium Era Ahok Vs Anies Baswedan. Sama-Sama Kena Kritik?



IDEANEWSINDO.COM - Dalam postingan akun Instagramnya, Selasa (7/12/2021), Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali membahas soal penanganan Kampung Akuarium. Lalu, apakah perbedaan penanganan kampung ini pada era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Salah satu hal yang menarik perhatian dalam postingan Anies Baswedan di Instagram (@aniesbaswedan) dan Facebook-nya adalah tajuk dari postingan tersebut.

Pada caption unggahan tersebut, dia menulis, “Jakarta: Rumah untuk Semua!”

Kemudian, dalam tulisan tersebut, dia juga menulis mengenai penggusuran Kampung Akuarium pada periode sebelumnya.

“Rumah orang satu kampung diratakan buldoser. Sebuah ironi, warga jadi pengungsi di kampungnya sendiri. Rumah disapu, status kependudukan dicabut. Masa depan terasa gelap,” tulis Anies.

Lalu, apakah yang menjadi perbedaan dalam penanganan Kampung Akuarium di era Ahok dan Anies Baswedan?

Penanganan Kampung Akuarium Era Ahok

Saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, memerintahkan penggusuran di wilayah Kampung Akuarium pada tahun 2016.

Melansir Kompas.com, Ahok akan membangun sheetpile dan tanggul demi mencegah banjir.

Rencananya, kawasan itu juga akan terintegrasi dengan Museum Bahari dan Masjid Luar Batang.

Namun, rencananya sempat tertunda lantaran wilayah kampung tersebut termasuk dalam kawasan cagar budaya.

Menyediakan Rusun untuk Warga

Setelah meratakan area, Ahok pun berusaha memfasilitasi tempat tinggal warga korban penggusuran.

Menurut laporan Tempo.co, Pemprov DKI Jakarta mengarahkan warga untuk pindah ke Rusun Rawa Bebek dan Rusun Marunda.

“Udah dikasih rusun, kok! Mereka saja enggak mau pindah ke Rusun Rawa Bebek,” kata Ahok pada Rabu (3/5/2017).

Akhirnya, warga yang menolak pindah pun membangun rumah semi-permanen di kawasan kampung yang berlokasi di Penjaringan, Jakarta Utara tersebut.

Sementara, warga yang telah pindah Rusun Rawa Bebek dan Rusun Marunda berjumlah 340 warga.

Penanganan Kampung Akuarium Era Anies Baswedan

Pada masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017, Anies Baswedan yang saat itu masih menjadi calon gubernur membuat janji politik.

Salah satu janjinya adalah merevitalisasi Kampung Akuarium.

Pada tahun 2018, Pemprov DKI Jakarta berencana membangun sebuah rusun yang berada di sekitar lokasi penggusuran.

Melansir suara.com, dana yang dibutuhkan untuk membangun rusun tersebut adalah sekira Rp62 miliar.

Di dalam rusun ini, tersedia 240 unit hunian.

Meski rencana sudah bergulir sejak 2018, peletakan batu pertama Kampung Susun baru dimulai pada 2020.

Pembangunan pun sempat terkendala karena pandemi Covid-19.

Akhirnya, kampung susun tersebut rampung tepat pada 17 Agustus, 2021.

Kampung susun tersebut terdiri dari lima blok.

Ketika kampung susun ini diresmikan, Pemprov DKI Jakarta baru menyelesaikan dua blok, yaitu Blok B dan D.

Di dalam dua blok tersebut tersedia beberapa fasilitas berikut:

107 unit hunian
1 unit khusus penyandang difabel
3 kios usaha
1 ruang galeri pameran cagar budaya
Kini pengelolaan kampung susun pun telah diserahkan kepada manajemen warga.

Itulah perbandingan penanganan Kampung Akuarium pada era Ahok vs Anies Baswedan.

s: 99.co

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy