Pihak Universitas Brawijaya Buka Aib Kampus, Novia Widyasari Ternyata Pernah Dilecehkan Seniornya



IDEANEWSINDO.COM - Nasib pilu dialami mendiang Novia Widya Sari (NW) pada masa hidupnya.

Niat memperdalam ilmu demi masa depan di Universitas Brawijaya, justru dari sana awal mula mental dan kehormatan dirinya dirusak.

NW adalah mahasiswi yang sama seperti pada umumnya. Rela mengorbankan harta demi memperbaiki pendidikan dengan memilih kampus ternama.

Akan tetapi fakta yang dulu dikubur pihak kampus, kini terbongkar ketika NW sudah merelakan nyawanya pada masalah kelam yang menimpanya.

NW merenggut nyawanya sendiri demi membongkar keadilan yang selama ini sangat sulit didapatkannya.

Sampai sulitnya, NW sampai meyerahkan diri pada Yang Kuasa di samping makam ayahnya.

Dalam administrasi kampus, NW adalah mahasiswi di Universitas Brawijaya Malang masuk pada tahun 2016.

NW tercatat sebagai mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya.

Berawal dari heboh kasus bunuh diri korban NW di samping makam sang ayah, akhirnya semua terbongkar.

Kasus di kampus pelecehan di Universitas Brawijaya yang menimpa NW pun terungkap semua.

Pihak kampus secara resmi mengakui dan mengungkap pelecehan seksual yang pernah dialami NW.

Ketika itu NW menjadi korban pelecehan seksual oleh seniornya di Universitas Brawijaya.

Fakta pelecehan pada NW ini diungkapkan pihak Universitas Brawijaya dalam jumpa pers yang diunggah dalam akun resmi centang biru Universitas Brawijaya pada Minggu 5 Desember 2021.

Pihak kampus membuka aib yang selama ini ditutupi, yakni pelecehan pada NW pada 2020.

Disampaikan pihak kampus, NW mengalami pelecehan seksual dan telah dilaporkan kepada fungsionaris Fakultas Ilmu Bahasa Universitas Brawijaya.

"Pada awal Januari 2020, Novia Widyasari Rahayu melaporkan kasus pelecehan seksual yang menimpanya kepada fungsionaris FIB UB," kata pihak kampus seperti yang tertulis di lama Instagram Universitas Brawijaya.

Pihak kampus menyebut jika pelaku pelecehan pada NW adalah kakak tingkat mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya berinisial RAW.

Dengan adanya laporan tersebut, ketika itu, FIB UB secara cepat menindaklanjuti dengan membentuk Komisi Etik untuk menangani kasusnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap RAW, ternyata benar bahwa RAW terbukti bersalah.

Universitas Brawijaya memberi sanksi dan pembinaan kepada RAW.

Pihak kampus juga mengaku memberikan pendampingan pada NWu dengan pemberian konseling sesuai dengan aturan yang berlaku.

Alasan pihak Univerditas Brawijaya merahasikan kasus dan identitas NW adalah agar korban dapat menjalani proses akademik secara lancar.

s: pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy