Reuni 212 Didalangi oleh JK, Cikeas, Cendana, hingga Jenderal Kakap? Begini Faktanya



IDEANEWSINDO.COM - Beredar informasi yang mengatakan bahwa otak atau dalang di balik Reuni 212 akhirnya bocor.

Dalam informasi itu, disebutkan bahwa seseorang yang bernama JK, Cikeas, Cendana, dan Jenderal Kakap merupakan dalang di balik Reuni 212 yang diselenggarakan di Patung Kuda, Jakarta pada Kamis, 2 Desember 2021 lalu.

Informasi mengenai bocornya dalang di balik Reuni 212 itu viral setelah kanal YouTube Politik Nusantara mengunggah video berjudul "MENGERIKAN !! OTAK DIBELAKANG AKSI PA 212 PERLAHAN TERUNGKAP, TERNYATA TOKOH KAKAP INI DALANGNYA !!" pada Minggu, 5 Desember 2021.

Pada saat artikel ini ditulis, video terkait terungkapnya dalang di balik Reuni 212 itu sudah ditonton hingga 27.105 kali dan disukai 508 kali.

Pada thumbnail video, terlihat potret Presiden RI kelima, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Politisi Partai Berkarya Tommy Soeharto, dan seorang lainnya tengah berdiri dari dalam mobil di tengah-tengah massa yang diklaim sebagai massa Reuni 212.

"NGERINYA KEKUATAN PA 212... !!

OTAK REUNI 212 BOCOR !! 

JK-CIKEAS-CENDANA & JENDERAL KAKAP INI DISEBUT," tulis narasi pada thumbnail video, sebagaimana dikutip SeputarTangsel.Com dari kanal YouTube Politik Nusantara.

Namun setelah dilakukan penelurusan, klaim yang mengatakan bahwa JK, Cikeas, Cendana, dan Jenderal Kakap jadi dalang di balik Reuni 212 adalah tidak benar.

Faktanya, tidak ada informasi resmi dan valid terkait hal tersebut.

Video berdurasi 10 menit 5 detik itu tidak mengandung informasi seperti apa yang diklaim pada judul.

Di dalam video itu hanya berisi cuplikan komentar sejumlah tokoh terkait Reuni 212.

Selain itu, foto yang digunakan pada thumbnail video merupakan hasil editan atau suntingan.

Bedasarkan analisa di atas, maka dapat disimpulkan bahwa klaim yang beredar adalah hoaks.

Video tersebut termasuk jenis fabricated content, di mana seratus persen isinya tidak dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sebagai informasi, sebelumnya Polda Metro Jaya mengancam akan mempidanakan panitia pelaksana dan penanggung jawab reuni yang rutin diadakan setiap tahunnya di bulan Desember itu.

Pasalnya, Polda Metro Jaya mengaku bahwa penyelenggaraan reuni tersebut tidak mengantongi izin dari kepolisian.

s: pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy