Serikat Buruh Banten Ajak Mogok Massal, Wahidin Halim: Relawan Saja Digaji 2 juta



IDEANEWSINDO.COM - Tak terima dengan kenaikan upah tahunan UMP yang terlampau kecil, para buruh akan berencana melakukan mogok pada 6 hingga 10 Desember 2021.

Terkait dengan rencana buruh yang akan melakukan mogok dengan alasan menolak kebijakan UMP tahun 2022, Gubernur Banten, Wahidin Halim merasa tak ingin ambil pusing dengan tindakan buruh yang akan mogok.

Mantan Wali Kota Tangerang tersebut juga mempersilahkan pada para pengusaha untuk mencari karyawan baru jika buruh tak mau bekerja karena upahnya dianggap serikat buruh terlalu rendah.

Tokoh yang dihormati warga Banten tersebut mengatakan bahwa masih banyak masyarakat Banten yang butuh pekerjaan dan bersedia digaji Rp2,5 hingga Rp4 juta per bulan.

"Saya bilang ke pengusaha, silahkan kalian cari tenaga kerja baru. Masih banyak yang nganggur dan butuh pekerjaan. Banyak yang mau gaji Rp2,5 juta, Rp4 juta (perbulan -red)," ucap Gubernur Banten tersebut pada Senin, 6 Desember 2021. 

Wahidin juga membagikan cerita tentang para relawan Covid-19 di Banten yang bekerja siang-malam, namun mereka terima diupah Rp2,5 juta.

"Biar aja dia (dia) mogok, dia mengekspresikan ketidakpuasannya. Relawan vaksin dari pagi sampai malam Rp2,5 juta gajinya," katanya.

Wahidin menegaskan bahwa ia tak akan mengubah keputusannya mengenai UMP Banten 2022, sebab upah yang ditetapkan sudah berdasarkan kajian, musyawarah, dan saat penetapannya diikuti oleh perwakilan buruh.

s: pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy