Tidak Hanya Diperkosa Herry Wirawan, Santriwati Juga Dijadikan Kuli Bangunan, Uang KIP Diambil



IDEANEWSINDO.COM - Bikin Ngelus Dada! Ternyata Para Santri Tidak Hanya Diperkosa oleh Herry Wirawan, Ternyata Mereka Juga Dijadikan Kuli Bangunan.

Herry Wirawan (36) baru-baru ini membuat geram netizen karena melakukan rudapaksa 12 santri di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat.

Namun yang bikin membuat netizen makin geram, dia ternyata tak hanya merudapaksa pada santrinya.

Herry ternyata juga mengambil hak-hak korban dan menjadikan mereka sebagai kuli bangunan!

Fakta-fakta itu terbongkar dalam persidangan.

Tak hanya melakukan pemerkosaan, Herry ternyata juga memaksa korban menjadi kuli bangunan saat membangun gedung pesantren di daerah Cibiru.

"Dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk para korban juga diambil pelaku."

"Salah satu saksi memberikan keterangan bahwa ponpes mendapatkan dana BOS yang penggunaannya tidak jelas, serta para korban dipaksa dan dipekerjakan sebagai kuli bangunan saat membangun gedung pesantren di daerah Cibiru," ungkap Wakil Ketua LPSK RI, Livia Istania DF Iskandar, Kamis (9/12/2021), dilansir Kompas.com.

Lebih lanjut, Livia mengungkapkan, Herry juga memanfaatkan bayi-bayi korban untuk meminta dana bantuan pada sejumlah pihak.

Bayi-bayi malang yang dilahirkan para korban, oleh Herry diakui sebagai anak yatim piatu.

Karena itu, Livia mendorong Polda Jawa Barat untuk mengusut dugaan eksploitasi ekonomi yang dilakukan Herry.

"LPSK mendorong Polda Jabar juga dapat mengungkapkan dugaan penyalahgunaan, seperti eksploitasi ekonomi serta kejelasan perihal aliran dana yang dilakukan oleh pelaku dapat di proses lebih lanjut," tambahnya.

Tak hanya itu, Herry diketahui juga menyalahgunakan dana bantuan pemerintah untuk kepentingan pribadinya, seperti menyewa hotel dan apartemen.

Hotel yang disewa Herry, juga digunakannya untuk merudapaksa para korban.

Fakta ini terungkap berdasarkan hasil temuan penyelidikan tim intelijen, selaku pengumpul data dan keterangan di lapangan.

Aksi Herry menyewa hotel dan apartemen itu membuat korban percaya pelaku memiliki ekonomi yang cukup.

"Upaya ini membuat para korban merasa yakin, bahwa yang bersangkutan berkemampuan (dari segi ekonomi)," kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat, Asep N Mulyana, Kamis, dikutip dari TribunJabar.

Selama melancarkan aksinya, Herry mengiming-imingi akan menjadikan korban polisi wanita hingga pengurus pondok pesantren.

s: tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy