Unggah Kaca Spion Dipecah Paspampres dan Sebut Jokowi, Taufan Aziz: Saya Minta Maaf



IDEANEWSINDO.COM - Pengunggah video spion dipecah Paspampares, Taufan Aziz, menyampaikan permintaan maaf melalui video.

Video permintaan maaf Taufan Aziz itu dibagikan Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.

Dalam video itu, pemuda asal Depok itu meminta maaf karena masuk dalam iring-iringan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Taufan Aziz mengakui, bahwa saat kejadian dirinya memang tengah menggunakan HP.

Saat irin-ringan rombongan Presiden Jokowi melintas, ia mengakui bahwa dirinya malah bergerak ke kanan.

Sehingga, mobil Tuufan Aziz menghalangi iring-iringan Kepresidenan.

“Saya Taufan Aziz, pemilik akun Instagram taufan_gilbert, menyampaikan permohonan maaf saya,” ujar pemuda yang rambutnya dicat pirang itu.

Taufan Aziz juga mengakui bahwa apa yang ia lakukan adalah salah.

“Saya mengakui kesalahan saya atas tindakan saya meng-upload video kerusakan kaca spion saya karena menghalangi jalan rombongan presiden,” sambungnya.

Taufan Aziz juga menyatakan bahwa peristiwa itu menajdi pelajaran sekaligus peringatan baginya karena menghalang-halangi iring-iringan Kepresidenan.

Terkait kaca spion yang pecah, dijelaskan Taufan telah diganti oleh Paspampres.

“Saya meminta maaf atas tindakan tersebut,” ujarnya.

Dia juga berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dan meminta masyarakat tak meniru apa yang ia lakukan.

“Semoga dapat menjadi pelajaran kepada seluruh rakyat Indonesia agar tidak terulang kembali,” ucap Taufan.

Selain membuat video permintaan maaf, Taufan Aziz juga membuat surat pernyataan, lengkap dengan tandatangan dan materai.

Ia mengakui bahwa dirinya memang sengaja mengunggah video detik-detik spion mobilnya dipecah Paspampres.

Sementara melalui akun Instagram pribadinya, Taufan Aziz juga memberikan penjelasan.

Dirinya mengaku, peristiwa itu telah memberikan tiga pelajaran berharga baginya.

“Pertama, Kita harus mengutamakan rombongan VVIP dengan memberi jalan sesuai dengan Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009,” tulisnya.

Kedua, harus fokus saat mengemudi dan tidak menggunakan HP saat mengemudi.

“Sebelumnya aku ga tahu bahwa merekam menggunakan handphone di jalan merupakan kelalaian karena arah mobil menuju ke arah rangkaian VVIP yang dapat mengakibatkan kecelakaan karena kurang fokus,” sambungnya.

Ketiga, ia menyarankan kepada masyarakat agar jika ada kejadian serupa agar langsung melaporkan ke Paspampres atau media sosial Paspampres di @ppid.paspampres.

“Pasti akan ditanggapi dengan cepat, kalaupun ada kerusakan seperti aku, pasti diganti dan diperbaiki,” ujarnya.

s; pojoksatu.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy