Viral! Penampakan Ular Raksasa Berukuran Sebesar Pulau Jawa-Sumatra Bikin Heboh Warganet



IDEANEWSINDO.COM - Viral video pada kanal sosial media TikTok seekor ular raksasa yang terlihat pada aplikasi Google Maps.

Pada video tersebut terlihat ular tersebut berukuran sepanjang Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.

"Ternyata ini ular raksasa yang sedang tidur di samudera Indonesia, jika dia bergerak diprediksi bisa berakibat tsunami dahsyat di selatan pulau Jawa dan Sumatera," tulis @D3805zz dalam keterangan video TikToknya

Penampakan ular raksasa tersebut tidak lain adalah lempengan-lempengan bumi di laut samudera Indonesia yang jika dilihat dari Google map akan nampak seperti ular raksasa yang tengah tertidur.

Dari beberapa komentar warganet juga dapat diketahui bahwa yang di maksdu ular raksasa tersebut adalah lempengan bumi atau disebut juga Ring Fire.

"Ular yang dimaksud adalah Ring Fire atau lempengan bumi. Kalau bergeser bisa menyebabkan bencana," tulis @ManiOfficial.

"Ular itu istilah dari cincin api / lempeng yang kalau bergerak bisa trjadi bencana, bukan berarti disitu ada ularnya," tulis @Anjely.

tak sedikit warganet yang mengaitkan penampakan ular raksasa tersebut dengan cerita-cerita yang berasal dari turun temurun.

"Jadi ingat nenekku dulu kalau ada lindu katannya buntut ular penjaga bumi lagi gerak," tulis @user9548802438226.

"Kata emak-emak dan nenek-nenek di daerah ku, memang ada naga tidur di bumi klo ada gempa itu artinya dia gerak," tulis @Ina.

"Itulah bahasa orang-orang tua jaman dulu, bahasa sanepo, kalau ada gempa (jawa:lindu) ular yang di bawah bumi lagi menggeliat, sebetulnya yang di maksud orang tua adalah cincin api," tulis @user1287170714972

"Jangan anggap enteng omongan orang tua dulu, sesungguhnya mereka lebih jenius dari jaman sekarang, mereka mengatakan sesuatu dengan kata kiasan," tulis @Ai Levia Iklasia.

Diketahui bahwa Ring Fire atau biasa dikenal Cincin Api Pasifik adalah daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan Gunung Berapi yang mengelilingi cekungan samudera Pasifik.

Daerah ini berbentuk seperti tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang 40.000 km. Daerah ini juga sering disebut sebagai sabuk gempa Pasifik.

s; pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy