Warganet Bandingkan dengan Kasus Rachel Vennya, 6 Fakta Vonis 1 Tahun Nenek Asyani


IDEANEWSINDO.COM - Kasus terkait bebasnya Rachel Vennya meski telah divonis 4 bulan penjara membuat banyak warga geram. Rachel Vennya tidak dipenjara setelah majelis hakim menyatakan bahwa sikap sang selebgram sopan.

Tak hanya itu, kasus tersebut juga dibandingkan oleh warganet dengan kasus Nenek Asyani yang terjadi pada tahun 2015 lalu. Kasus tersebut menjadi begitu populer ketika itu. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait kasus Nenek Asyani. 

1. Mengambil 7 batang kayu

Juli 2014 silam, Asyani disebut mengambil 7 batang kayu di Secangan. Keluarga Asyani juga menyatakan bahwa kayu tersebut sudah lapuk dan diambil dari lahan milik orang tua Asyani, bukannya lahan Perhutani.

Lahan tersebut ketika itu sudah dijual pada orang lain. Namun sebelum dijual, pohon jati yang ada di sana sudah dipotong kecil-kecil. 

2. Perhutani lapor Asyani ikut mencuri

Pihak Perhutani ketika itu menyatakan adanya dua pohon jati dengan keliling 115 cm dan 105 cm yang hilang dan menyebabkan kerugian Rp4,32 juta. Setelah digelar operasi gabungan, pihak kepolisian menyita 38 jati ilegal di rumah Cipto.

Dalam hasil pemeriksaan, ada indikasi bahwa kayu tersebut milik Asyani. Setelahnya, Perhutani melaporkan bahwa Asyani ikut mencuri 38 papan kayu jati dari kawasan hutan produksi Perum Perhutani. 

3. Keluarga merasa janggal

Melihat penemuan tersebut, keluarga Asyani terkejut karena menurutnya barang bukti tersebut berbeda dengan apa yang mereka yakini. Selain itu, keluarga juga menyatakan keberatan atas tuduhan Perhutani terkait keterlibatan Asyani. Menurut keluarganya, dengan kondisi ketika itu, Asyani tidak akan kuat membawa kayu tersebut. 

4. Perhutani bersikeras hingga Asyani banding

Dengan berbagai keterangan tersebut dan pernyataan saksi dari pihak Asyani, Perhutani tetap bersikeras bahwa kayu yang diambil oleh Asyani berasal dari hutan Perhutani. Setelah itu, Asyani pun banding atas putusan hakim tersebut.

Kuasa Hukum Asyani menyatakan bahwa ketika itu hakim tidak mempertimbangkan sama sekali keterangan dari saksi yang diajukan oleh pihak Asyani dan justru sepakat dengan pihak Perhutani. Padahal, menurutnya, saksi Perhutani tidak bisa menjelaskan keterlibatan Asyani dalam pencurian kayu. 

5. Divonis penjara 1 tahun dan denda Rp500 juta

Setelah melalui persidangan, Pengadilan Negeri Situbondo, Jawa Timur, memvonis nenek Asyani bersalah. Ia dijatuhi hukuman penjara satu tahun dengan masa percobaan 15 bulan.

Tak hanya itu, ia juga dikenai denda Rp500 juta dengan subsider 1 hari kurungan. Jaksa menyebutkan bahwa bukti yang menjadi dasar putusan tersebut adalah ditemukannya 38 papan kayu jati yang identik dengan tonggakan kayu milik Perhutani di petak 43F Desa/Kecamatan Jatibanteng. 

6. Dapat sorotan berbagai pihak

Kasus yang melibatkan nenek yang ketika itu berusia 70 tahun tersebut menuai sorotan dari berbagai pihak. Banyak warga yang menyatakan telah memberikan bantuan untuk meringankan hukuman atau bahkan membebaskan Asyani dari vonis tersebut.

Bahkan, Bupati Situbondo ketika itu, Dadang Wigiarto, juga memberikan jaminan dirinya sebagai penangguhan penahanan dari Nenek Asyani.

s: akurat.co

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy