Malaysia Terjunkan Pasukan Khusus, Negeri Jiran Jinakkan Kapal Hantu Indonesia yang Nyaris Ledakkan Petronas



IDEANEWSINDO.COM - Kapal Hantu Indonesia yang sama sekali tak ada kru di dalamnya membuat gempar Malaysia.

Bagaimana tidak, salah satu aset vital negeri jiran, pengeboran minyak Petronas terancam keselamatannya akibat Kapal Hantu Indonesia.

Bahkan, untuk 'menjinakkan' kapal hantu Indonesia tersebut agar tak menyebabkan bencana bagi negeri jiran, Malaysia sampai menerjunkan pasukan khususnya.

Insiden ditemukannya Kapal Hantu Indonesia di perairan Malaysia ini bahkan diumumkan secara resmi oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia lewat akun Twitter resmi mereka pada 4 Januari 2021.

"Kapal Hantu Mengancam Keamanan Anjungan Minyak," tulis akun Twitter @MYCoastGuard dalam cuitannya seperti dikutip Zonajakarta.com mengawali kisah Kapal Hantu Indonesia yang ditemukan di perairan negaranya.

"Insiden kapal WINPOSH RAMPART patah saat dalam perjalanan dari Matak, Indonesia menuju Yang Pu, China pada posisi sekitar 120 mil laut dari Kuala Terengganu, kemarin.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.15 WIB, dimana kedua kapal yang terlibat berada di perairan Vietnam dan kehilangan kapal tunda akibat cuaca buruk dan hanyut ke perairan Malaysia.

Menindaklanjuti hal tersebut, Maritim Malaysia telah mengkoordinasikan bantuan dengan PETRONAS untuk menderek kapal WINPOSH RAMPART ke lokasi yang lebih aman," tulis akun Twitter @MYCoastGuard dalam utasnya.

"Tim Aksi Khusus Maritim Malaysia (PTK) juga telah dikerahkan dengan pesawat AW139 untuk menganalisis situasi dan mengidentifikasi metode untuk mencegah kapal hanyut dan risiko bertabrakan dengan platform.

KM JUJUR dan Pesawat AW139 bersama enam anggota PTK telah pindah ke lokasi kapal hanyut untuk memberikan bantuan. Sementara itu, PETRONAS juga mengirimkan kapal ICON LOTUS dan SK PILOT sekitar pukul 10.00 pagi tadi untuk memantau dan membantu operasional.

Tim STAR diturunkan dari AW139 di Kapal Hantu WINPOSH RAMPART sekitar pukul 15.30 siang tadi untuk mengatur dan melakukan proses mooring WINPOSH RAMPART untuk diderek oleh ICON LOTUS. Sekarang sedang ditunda ke Pangkalan Suplai Kemaman dan diperkirakan akan tiba sekitar 65 jam kemudian," lanjut akun Twitter @MYCoastGuard.

Sementara itu, dikutip Zonajakarta.com dari Antara, perusahaan Indonesia Limin Rosmina melaporkan kepada Badan Penegakan Hukum Maritim Malaysia (APMM) kapalnya telah kehilangan tali derek saat menarik kapal tanpa awak Winposh Rampart, Senin (3/1/2022).

"Kapal tersebut (Winposh) dalam perjalanan dari Matak, Indonesia ke Yang Pu, China pada posisi sekitar 120 mil laut dari Kuala Terengganu, Negara Bagian Terengganu," ujar Direktur APMM Laksamana Maritim Mohd Zubil Bin Mat Som di Kuala Lumpur, Rabu, 5 Januari 2022.

Pulau Matak terletak di Kecamatan Pal Matak, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau.

Zubil mengatakan 'kapal hantu"'itu memiliki panjang 72 meter dan berat 2.588 GT (gross tonnage).

"Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.15 WIB, di mana kedua kapal yang terlibat berada di perairan Vietnam dan kehilangan kapal tunda akibat cuaca buruk dan hanyut ke perairan Malaysia," katanya.

Kondisi itu dapat menyebabkan rig meledak dan menimbulkan kecelakaan yang mengancam jiwa jika tidak ada bantuan awal yang diberikan untuk menanganinya.

Maritim Malaysia telah mengoordinasikan bantuan dengan Petronas untuk menderek kapal Winposh Rampart ke lokasi yang lebih aman.

Tim Aksi Khusus Maritim Malaysia (PTK) juga telah dikerahkan dengan pesawat AW139 untuk menganalisis situasi dan mengidentifikasi metode untuk mencegah kapal hanyut dan bertabrakan dengan anjungan minyak.

Kapal Maritim (KM) Jujur dan pesawat AW139 dengan enam anggota PTK telah dipindahkan ke lokasi kapal hanyut untuk memberikan bantuan.

Sementara itu, Petronas juga mengirimkan kapal Icon Lotus dan SK Pilot sekitar pukul 10.00 pagi tadi untuk memantau dan membantu operasi.

s; pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy