Nasib Edy Mulyadi Usai Viral Menyinggung Kalimantan, Kini Disuruh Minta Maaf atau Mau Dikirimi Jin



IDEANEWSINDO.COM - Viral di media sosial, video ucapan dari Edy Mulyadi yang diduga menghina Kalimantan Timur terkait Ibu Kota Negara (IKN) baru.

Dilansir dari akun Twitter @RiuRizkiUtomo_, Edy Mulyadi menyatakan ibu kota negara akan dipindah ke Kalimantan yang disebutnya sebagai tempat jin membuang anak.

Kini Edy Mulyadi pun menerima ultimatum dari sejumlah pihak untuk segera meminta maaf.

Edy Mulyadi juga terancam dilaporkan ke polisi.

Berikut transkrip ucapan Edy Mulyadi yang dipermasalahkan:

"Bisa memahami enggak, ini ada sebuah tempat elite punya sendiri yang harganya mahal," ucap Edy pada video tersebut.

Selain itu Edy Mulyadi juga menyebut pasar bagi Ibu Kota Baru adalah kuntilanak dan genderuwo.

"Pasarnya siapa?"

"Kalau pasarnya kuntilanak, genderuwo ngapain ngebangun disana," tambahnya.

Lalu Edy juga meminta pendapat rekan di sebelahnya terkait lokasi tempat tinggalnya.

"Enggak ada, nih sampean tinggal dimana om?" tanya Edy.

"Mana mau tinggal di Gunungsari pindah ke Kalimantan Panajam sana untuk beli rumah disana," jelas Edy.

Lalu ketika selesai ditanyai rekannya oleh Edy, eks kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tertawa atas tanggapannya.

"Gua mau jadi warga Ibu Kota Baru, mana mau," jelasnya.

"Hanya monyet," kata rekan Edy yang berada di sebelahnya.

Dikirimi Jin jika Tidak Minta Maaf

Dikutip dari Tribun Kaltim, pihak Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura angkat bicara terkait pernyataan Edy Mulyadi.

Sekretaris Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Awang Yacob Luthman menyatakan kesal atas pernyataan Edy Mulyadi.

Selain itu ia juga meminta Edy Mulyadi untuk meminta maaf secara terbuka karena menurut Awang ucapan tersebut sangatlah tidak pantas dan tidak beradab.

"Secara kelembagaan, kita minta Edy Mulyadi cukup meminta maaf secara terbuka,"ucap Awang kepada awak media, Minggu (23/1/2022).

Awang melanjutkan bahwa pihaknya dan masyarakat di Kutai memang memuliakan jin.

"Kita di sini di tanah Kutai memuliakan jin sehingga bukan berarti tempat kita ini tempat membuang jin."

"Namun di sini para jin malah beranak pinak," tegasnya.

Kemudian jika Edy Mulyadi tidak meminta maaf maka pihaknya dari kesultanan akan mengirimkan jin agar yang bersangkutan paham seperti apa jin yang ada di Kalimantan.

Awang juga menambahkan dengan ucapan dari Edy Mulyadi ini membuat Bhineka Tunggal Ika tidak seperti yang diharapkan.

"Kalau dia tidak minta maaf juga maka kita akan merumuskan untuk segera melaporkan pihak kepolisian, apabila diperlukan," tegas Awang.

Dituntut Meminta Maaf secara Terbuka oleh Masyarakat dan Mahasiswa

Edy Mulyadi juga dituntut untuk meminta maaf secara terbuka terkait ucapannya tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mulawarman, Ikzan Nopardi seperti dikutip dari Kompas TV.

"Pernyataan yang disampaikan oleh Edy Mulyadi menjadi problematika bicara tentang ke-bhinneka-an yang ada di Indonesia," ucap Ikzan.

Selain itu kecaman juga datang dari Persekutuan Suku Asli Kalimantan (Pusaka).

Melalui Ketua Umum Pusaka, Surfani Sulaiman, menyatakan agar Edy Mulyadi segera menarik pernyataannya.

"Saudara Edy Mulyadi, saya minta dan menyomasi atas nama warga Kalimantan Timur, 1x24 jam untuk saudara mencabut pernyataannya," tegasnya.

Selain itu dirinya juga menyatakan apa yang diucapkan oleh Edy mengandung SARA hingga ujaran kebencian.

"Saudara bahwa warga Kalimantan Timur adalah tempat untuk membuang jin dan warga Kalimantan Timur dinilai tidak siap dengan Ibu Kota Negara. Pernyataan ini mengandung SARA, fitnah, dan ujaran kebencian," tutur Surfani.

Surfani juga mengatakan pihaknya akan melaporkan Edy Mulyadi ke Mabes Polri dan Polda Kalimantan Timur apabila tidak mencabut pernyataannya tersebut.

s;tribunnnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy