Ngeri! Indigo Tigor Otodan, Ramalkan Perusak Sesajen Gunung Semeru Akan Kena Tuah yang Besar



IDEANEWSINDO.COM - Indigo asal Kediri Jawa Timur Tigor Otadan, ramalkan orang yang merusak sesajen di Gunung Semeru akan kena karma.

Sebelumnya sempat heboh beredarnya video sosok pria yang menendang sesajen di Gunung Semeru.

Warganet sayang menyayangkan hal tersebut. Tidak sepantasnya hal itu dilakukan. Mengingat Indonesia terdapat banyak kegeragaman.

Masyarakat sekitar Semeru juga masih banyak terdapat kepercayaan lainnya, sudah menjadi budaya atau tradisi.

Sejalan dengan itu, Indigo tigor Otadan ramalkan sosok pria yang merusak sesajen tersebut akan kena karma.

Dikutip PORTAL NGANJUK dari kanal YouTube Viper Kediri, Tigor memberikan penuturannya.

Menurut Tigor sesajen bisa diartikan sebagai persembahan. Permasalahan tersebut menyangkaut adat dan budaya suatu tempat.

“Adat budaya terus cara kita mempedulikan alam, leluhur dan sebaginya,” tutur Tigor.

Tigor mengatakan kalau orang jawa, di zaman neneknya dulu selalu membuat sesajen yang dikasih kopi atau makanan, serta harapan doa-doa.

Lebih jelas Tigor mengatakan tidak ada bukti yang nyata bahwa memberikan sesajen akan mendatangkan bencana.

Menyoroti hal itu tampaknya ada dau kesalahan yang terdapat pada tindakan tersebut.

Pertama, telah menistkan agama Hindu, dan yang kedua telah melakukan kesalahan adat dan adab.

Dikatakan orang beragama ia pasti beranggapan bahwasannya agama apapun itu baik. Masalahnya bukan terletak di agamanya, tapi di orangnya.

Menurut Tigor orang yang merusak sesajen akan kena tuah yang besar.

“Kalau saya lihat pasti akan kena tuah yang besar nantinya, dan itu pasti terjadi,” tutur Tigor.

Ha ini bisa diambil pelajaran atau suatu contoh, bahwa sebagai umat beragama kita harus salig menghargai dan menghormati.

Tingkatkan rasa toleransi antar umat beragama. Karena biar bagaimanapun Indonesia adalah negara yang penuh keberagaman.

“belum tentu orang yang merusak sesajen itu, tingkat keislamannya juga bagus,” Tigor menambahkan.

Karena hal itu tidak mencerinkan sosialisasinya. Karena orang bersosialisasi tanpa dilandasi keagamaan akibatnya kan fatal.

Orang pintar agama tapi sosialisasinya kurang baik itupu juga fatal akibatnya. Karena antara agama dan sosialisasi harus berimbang.

s; pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy