Siapa TB Hasanuddin? Berani 'Perintah' Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Gegara Jenderal Dudung



IDEANEWSINDO.COM - Sosok Tubagus Hasanuddin atau TB Hasanuddin kini menjadi sorotan lantaran punya permintaan ke Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa.

TB Hasanuddin berani meminta supaya Jenderal Andika Perkasa segera memilih calon Pangkostrad baru.

Jabatan Pangkostrad kini sedang mengalami kekosongan, sehingga tak ada yang memimpin.

Sebelumnya, jabatan Pangkostrad diisi oleh Jenderal Dudung Abdurachman.

Namun Jenderal Dudung dilantik sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada 17 November 2021. 

Kini Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, juga masih menunggu sidang Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) terkait perwira tinggi yang akan mengisi posisi Pangkostrad.

Masih kosongnya posisi Pangkostrad membuat TB Hasanuddin angkta bicara.

Anggota Komisi I DPR RI itu memberikan pesna penting kepada Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa terkait calon Pangkostrad baru.

TB Hasanuddin berharap, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa segera mengomunikasikan kepada presiden agar jabatan strategis ini segera diisi. 

"Sebagai satuan komando dan satuan besar di jajaran TNI AD, sebaiknya Pemerintah sq Panglima TNI segera mengisi posisi yang kosong setelah Jendral Dudung Abdurachman ditunjuk menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Mungkin jabatan Pangkostrad harus mendapat restu Presiden tapi mesti segera dikomunikasikan," katanya kepada wartawan, Jumat (7/1/2022).

Seperti dilansir dari Tribunnews dalam artikel 'TB Hasanuddin Minta Pemerintah Segera Lantik Pangkostrad Baru'.

Menurut Hasanuddin, secara organisasi memang tak ada masalah karena masih ada Kepala Staf Kostrad sehingga kegiatan operasional masih dapat berjalan sesuai prosedur. 

Apalagi, lanjut dia, masih ada 3 Panglima Divisi di bawah Kostrad juga masih lengkap. 

"Memang tak ada masalah karena operasional masih berjalan.

Tetapi alangkah baiknya posisi Pangkostrad tidak terlalu lama kosong.

Apalagi posisi ini sangat strategis di angkatan darat sebagai  Kotama terbesar," ucapnya. 

Biodata TB Hasanuddin

Mayor Jenderal TNI (Purn.) Tubagus Hasanuddin lahir di Majalengka, Jawa Barat, pada 8 September 1952 dan lebih dikenal dengan nama TB Hasanuddin.

Seperti dilansir dari Tribunnewswiki dalam artikel 'TB Hasanuddin'

Ia merupakan tokoh militer Indonesia yang sempat menduduki berbagai posisi di TNI.

Setelah memasuki masa purna tugas atau pensiun, TB Hasanuddin memutuskan untuk terjun ke dunia politik dan bergabung dengan Partai PDI Perjuangan.

Beberapa waktu yang lalu, TB Hasanuddin juga maju sebagai Calon Wakil Gubernur Jawa Barat pada Pilkada 2018.

Kini, TB Hasanuddin terpilih sebagai Anggota DPR RI periode 2019-2024.

TB Hasanuddin adalah lulusan AKABRI 1974.

Setahun kemudian, ditugaskan di Batalyon Kodam Siliwangi hingga tahun 1983.

TB Hasanuddin juga pernah dipercaya sebagai Instruktur AKABRI Magelang selama dua tahun.

Setelah itu, dipindah untuk bertugas di Kodam I Aceh hingga tahun 1989.

Karier militer TB Hasanuddin kian melejit.

TB Hasanuddin mengajar di SESKOAD Bandung serta menjadi Komandan Sektor Pasukan Perdamaian PBB di Irak pada tahun 1992 selama dua tahun.

Setelah melakukan tugas tersebut, TB Hasanuddin kembali ke Indonesia dan berdinas di Kostrad dan Kodam Jaya.

Karier militernya belum berhenti.

TB Hasanuddin pernah menjadi ajudan Wakil Presiden Try Sutrisno dan Presiden BJ Habibie.

Selanjutnya, TB Hasanuddin menjabat sebagai Sekretaris Militer Presiden Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono hingga tahun 2005.

TB Hasanuddin pensiun dari TNI dengan pangkat Mayor Jenderal.

Setelah pensiun, TB Hasanuddin memasuki dunia politik.

Pada pemilihan legislatif 2009, TB Hasanuddin berhasil melenggang ke Senayan.

Pada periode berikutnya, TB Hasanuddin kembali terpilih sebagai anggota DPR RI.

Bahkan sempat mengisi posisi sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI.

Namun kemudian mengundurkan diri dari DPR RI karena mengikuti kontestasi Pilkada Jawa Barat 2018.

Kala itu, posisi TB Hasanuddin digantikan oleh anggota Fraksi PDIP, Bambang Wuryanto.

TB Hasanuddin maju dalam Pilkada Jawa Barat 2018 sebagai Calon Gubernur Jawa Barat didampingi oleh Anton Charliyan.

Namun, keduanya gagal terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.

Pasangan tersebut hanya memperoleh 12,62% suara.

Gagal memperebutkan kursi Jabar 1, TB Hasanuddin kembali mencalonkan diri sebagai calon legislatif.

TB Hasanuddin kembali mendapatkan kursi di Senayan setelah memperoleh 104.332 suara mewakili Daerah Pemilihan Jawa Barat IX dari Fraksi PDI Perjuangan.

Riwayat jabatan:

- Batalyon Kodam Siliwangi (1975-1983)

- Instruktur AKABRI Magelang (1983-1985)

- Kodam I Aceh (1985-1989)

- Dosen SESKOAD Bandung (1989-1992)

- Komandan Sektor Pasukan Perdamaian PBB di Irak (1992-1993)

- Bertugas di Kostrad (1993-1994)

- Bertugas di Kodam Jaya (1994-1996)

- Ajudan Wapres Try Sutrisno (1996)

- Ajudan Presiden BJ Habibie (1998-1999)

- Kastaf Garnisun Jakarta (1999-2001)

- Sekretaris Militer Presiden Megawati Soekarnoputri (2001-2004)

- Sekretaris Militer Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2005)

- Staf Mabes TNI AD (2005-2009)

- Wakil Ketua Komisi I DPR RI (2009-2014)

- Anggota Komisi I DPR RI (2014-2018)

Penghargaan:

- Satya Lencana Kesetiaan 24 Tahun

- Satya Lencana Dwidya Sista

- Satya Lencana Wira Karya

- Satya Lencana Penugasan PBB

- Santi Dharma Garuda XI

- Bintang Kartika Eka Paksi Pratama

- Bintang Kartika Eka Paksi Nararya

- Bintang Yudha Dharma Nararya.

s; tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy