Tiga Partai Besar Sudah Siapkan Kader Pengganti Anies Baswedan Untuk Pilgub DKI Jakarta 2024



IDEANEWSINDO.COM - Ajang pemilihan umum (pemilu) baru akan digelar pada tahun 2024 mendatang.

Sejumlah daerah bakal menggelar Pilkada.

Salah satunya ialah DKI Jakarta.

Memasuki 2022, suhu DKI Jakarta mulai memanas, bukan perkara udara, melainkan suhu politik.

Tahun ini, Anies Baswedan akan lengser dari jabatannya sebagai gubernur ibu kota.

Kursi DKI 1 pun segera menjadi rebutan.

Sampai saat ini, tiga partai besar sudah memunculkan sejumlah nama yang diproyeksi akan menggantikan Anies.

Nama-nama yang menyeruak datang dari berbagai kalangan, dari mulai kepala daerah tingkat satu (kabupaten atau kota) maupun tingkat dua (provinsi).

Bahkan ada juga nama menteri kabinet Presiden Jokowi yang masih menjabat.

PDIP mengaku sudah menyapkan kader mudanya untuk maju merebut kursi Gubernur Jakarta.

Sosok muda itu utamanya datang dari kalangan kepala daerah.

 Hal itu diungkapkan Sekretaris DPD PDIP DKI Jakarta, Gembong Warsono.

"Jadi bukan hanya sekedar muda, tapi kombinasi muda, berprestasi, dan punya kemampuan baik di tata pemerintahan," ujar Gembong saat dikonfirmasi, Senin (3/1/2022).

Gembong menyebut, kriteria itu sudah dimiliki oleh beberapa kader PDIP.

Para kader itu pun nantinya akan diseleksi kembali untuk selanjutnya diusung dalam pemilihan gubernur (Pilgub DKI)  2024 mendatang.

"PDIP sudah punya (calon gubernur DKI). Banyak kader yang bisa kami dorong untuk maju di Jakarta. Banyak kepala daerah muda-muda yang bisa kami majukan di Jakarta," ucapnya.

"Ada banyak hal yang akan dilakukan partai untuk verifikasi terhadap kader yang cocok untuk ditempatkan di Jakarta," sambungnya.

Ketika ditanya soal kans Menteri Sosial Tri Rismaharini maju sebagai Cagub DKI, Gembong enggan membahasnya.

Ia menyebut, keputusan soal sosok yang akan diusung PDIP dalam Pilgub DKI pada 2024 mendatang akan diumumkan oleh DPD PDIP DKI.

"Ya siapanya yang akan ditetapkan, itu menjadi kewenangan DPD partai. Tapi sekali lagi, kader PDIP banyak yang bisa dimajukan untuk dicalonkan sebagai calon Gubernur DKI," kata Gembong.

Anies 2 Periode

Anies Baswedan masih berpeluang untuk meneruskan periode keduanya di DKI.

Namanya masih disebut dalam deretan tokoh yang akan ditarungkan pada Pilgub DKI 2024.

Pasalnya, Gerindra tidak bersedia memberia tiket pencalonan presiden (capres) kepada Anies, karena sudah ada nama sang Ketua Umum, Prabowo Subianto.

Ketua Dewan Penasihat DPD Gerindra DKI Jakarta, Mohamad Taufik, menyatakan, sosok Anies masih dianggap terbelakang untuk panggung politik level nasional.

"Kalau Gerindra sih tetap Prabowo. Kalau pimpinan partai sudah di depan, Anies masih di belakang. Kalau mau ke depan ada yang harus ditempuh terlebih dulu," tutur Taufik saat dikonfirmasi, Sabtu (1/1/2022).

Menurut Taufik, Anies hanya cocok sebagai Gubernur Jakarta.

"Saya kira Anies masuk dalam kategori calon pemimpin DKI. Karena kalau (calon) presiden perlu kendaraan, tapi kalau di DKI dia aman," ujar taufik.

Namun, argumen Taufik bukan perkara kapasitas, melainkan ketiadaan partai sebagai syarat kunci pengusungan capres.

Taufik juga menilai Anies Baswedan bukan sosok capres yang perlu diwaspadai Gerindra.

"Saya selalu bilang ngapain takut (sama Anies), orang enggak punya partai. Tinggi elektabilitasnya betul, tapi untuk presiden itu harus diusung partai politik threshold," ujarnya.

Ariza Maju DKI 1?

Meski menyebut Anies cocok untuk menjadi Gubernur DKI dua periode, Taufik mengungkapkan sosok lain yang juga dipersiapkan untuk maju menjadi calon gubernur (cagub) pada pemilihan gubernur atau Pilgub DKI 2024 mendatang.

Jika Anies menurut dengan Gerindra untuk kembali maju pada Pilgub 2024, ia tidak sendiri.

Anies masih harus berebut dengan tiga kandidat lainnya.

Nama pertama yang disebut Taufik adalah Ahmad Riza Patria alias Ariza, yang tidak lain adalah pendamping Anies saat ini sebagai Wakil Gubernur Jakarta.

"Kandidatnya ada Anies Baswedan dan berikutnya ada Ahmad Riza Patria," ucap Taufik saat dikonfirmasi, Senin (3/2/2022).

Selain Ahmad Riza Patria, Gerindra juga melirik kader Golkar yang meurpakan Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dua periode (2011-2021), Airin Rachmi Diany.

Airin dinilai berhasil memimpin Tangsel dan layak diboyong ke Jakarta.

"Airin Rachmi Diany kalau didorong ke Jakarta bisa menarik. Dia punya pengalaman manage kota (Tangsel), dan kota itu aman pas dia pimpin," ujarnya.

Kemudian, Taufik juga menyebut sosok Menteri Investasi Bahlil Lahadalia sebagai sosok alternatif lainnya.

"Menurut saya dia mumpuni, karena ke depan (kandidat Calon Gubernur DKI) itu yang muda-muda," kata Taufik.

Walau menyebut empat sosok punya potensi paling besar untuk mengisi kursi DKI 1, Taufik tidak menutup kemungkinan ada calon lain yang mencuat.

Terlebih, Pilgub DKI baru akan dilaksanakan pada 2024 mendatang.

"Saya melihat tokoh yang tadi sebutkan Insya Allah mumpuni, tetapi mungkin nanti ada tokoh-tokoh lain yang akan muncul," tuturnya.

Bupati Tangerang Dijagokan ke Jakarta

Sebelum nama-nama di atas muncul, Partai Golkar sudah lebih dulu mengumumkan jagoannya.

Dia adalah Ahmed Zaki Iskandar, Bupati Tangerang dua periode yang masa jabatannya akan habis pada 2023 mendatang.

Golkar memandang Bupati Zaki berhasil membangun Kabupaten Tangerang selama dua periode kepemimpinan.

Terlebih, pria kelahiran 14 Desember 1973 itu kini juga menjabat Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar DKI Jakarta.

Pernyataan dukungan tersebut disampaikan langsung Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Golkar, Zainudin Amali, pada acara konsolidasi pemenangan DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Rabu (10/11/2022).

"Pastilah, dia ketua DPD itu dan keberhasilan Pak Zaki pada saat memimpin Kabupaten Tangerang kan sudah bisa dilihat. Kabupaten Tangerang kan tetangganya DKI," kata Zainudin.

Di sisi lain, pada momen yang sama berlangsung juga Pilpres.

Partai berlambang beringin itu sudah mantap mengusung ketua umumnya sebagai calon presiden, Airlangga Hartarto.

Zainudin mengatakan, Golkar tidak akan terpecah konsenterasinya dalam memenangkan dua posisi eksekutif yang sangat strategis itu.

"Pilpres dulu konsentrasinya, karena ambang batas yang digunakan untuk Pilkada itu adalah ambang batas hasil Pileg 2024, berbeda dengan Pilpres yang pakai 2019," katanya.

Di kesempatan yang sama, Ahmed Zaki mengatakan bahwa DPD Golkar saat ini berkonsentrasi untuk pemenangan pemilu legislatif dan Pilpres terlebih dahulu

"Karena Pilpres dan Pileg ini menjadi kunci nanti untuk di perhelatan Pilkadanya. Pilpres Pileg ini kan kalau enggak salah di Februari atau paling telat di bulan Mei 2024. Sementara Pilkada November, jadi sekarang ini konsolidasi partai terlebih dulu yang kita lakukan," tambahnya.

Dirinya pun memastikan siap sebagai kader Golkar sekaligus Ketua DPD Golkar DKI Jakarta jika didorong maju di Pilgub DKI Jakarta.

"Kalau siap, sebagai kader apalagi Ketua DPD Golkar DKI dan nanti kan keputusan partai yang kita tunggu," tambahnya.

s; tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy