Viral, Warga di Pasuruan Usir Keluarga Minoritas, Berakhir Damai, Begini Kronologisnya



IDEANEWSINDO.COM - Sebuah video menjadi viral di jagat maya beberapa waktu. Video itu memperlihatkan warga mengusir satu keluarga yang berkunjung ke rumah seorang kenalan.

Para warga tampak emosi dengan melontarkan umpatan kata-kata kasar terhadap perekam dan keluarganya. Petugas TNI, polisi, serta tokoh masyarakat pun terlihat meredam aksi tersebut.

Video itu diunggah oleh akun Instagram raima_inchess. Dia menyebut lokasi kejadian itu berada di Desa Wonorejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan.

“Mobil kami dilempari batu. Tuhan Yesus tolong kami,” ucap si perekam.

Dalam postingannya, dia menuliskan kronologis kejadian itu. Awalnya, si perekam berniat berbagi bingkisan untuk anak-anak di rumah temannya. Bingkisan yang diberikan berupa buku tulis dan tas sekolah.

Saat keluarga si perekam tidur dan bersantai di dalam rumah temannya, massa tiba-tiba datang menggeruduk. Mereka diusir sampai terjadi pelemparan batu.

Warga setempat bahkan sempat mengancam akan membakar rumah tersebut.

Kapolsek Lumbang Polres Pasuruan AKP Nanang Abidin membenarkan kejadian itu. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (26/12)

“Kami mendapat laporan warga langsung dan mengamankan saudara kami asal Kota Surabaya tersebut sampai pulang,” jelasnya.

Adapun, Camat Lumbang, Purwo Putro mengungkapkan keributan itu terjadi karena faktor kesalahpahaman. 

Keluarga penganut Kristen asal Kota Pasuruan itu menginap di rumah temannya Susanti di Desa Wonorejo dan berniat bakti sosial serta berbagi kepada anak-anak.

“Namun, tidak ada pemberitahuan kepada pihak desa dan membuat warga salah persepsi menganggap mereka mau mengadakan perayaan Natal di situ sehingga ramai,” kata Purwo.

Jajaran musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika) Lumbang lantas datang ke TKP  dan mengevakuasi rombongan keluarga itu melewati Desa Pusungmalang, Kecamatan Puspo.

"Tidak ada pemukulan dan perusakan yang terjadi saat TNI dan polisi mengamankan mereka kemarin,” ujarnya.

Purwo tak ingin kejadian serupa terulang. Dia mengimbau apabila ada masyarakat yang mau melakukan baksos di wilayah Lumbang bisa melapor ke aparatur desa

"Meskipun berbuat baik seperti baksos, harus konfirmasi dulu biar tidak ada salah persepsi," ucap dia.

Dua hari kemudian pascakeributan, keluarga rombongan asal Kota Pasuruan beserta perwakilan warga Desa Wonorejo diundang untuk melakukan mediasi di kantor bakesbangpol kabupaten setempat pada Selasa (28/12).

“Saat itu, perwakilan warga meminta maaf. Permintaan maaf itu juga diterima perwakilan keluarga asal Kota Pasuruan dan menyatakan selesainya persoalan,” kata Kepala Bakesbangpol Kabupaten Pasuruan Tectona Jati.

Kedua belah pihak juga telah menandatangani berita acara yang berisi semua pihak bersedia menjaga kerukunan dan keamanan Desa Wonorejo.

Selain itu, kedua belah pihak berkomitmen menjaga komunikasi yang baik dan bersedia memaafkan serta menyatakan selesai persoalan pada 26 Desember 2021 tersebut.

"Pernyataan kedua belah pihak juga direkam video untuk disebarluaskan guna menghindari kesalahpahaman ulang," tandas Tecto.

s: jpnn.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy