ART yang Dibu*uh Kekasih di Bogor Diakui Majikan adalah Wanita Cantik dan Baik



IDEANEWSINDO.COM - SN (25), wanita asisten rumah tangga yang menjadi korban pembunuhan kekasihnya AS (30) seorang buruh harian lepas ternyata dikenal sebagai wanita yang baik dan cantik.

Hal itu diungkapkan Sherly (31) majikan korban atau yang mempekerjakan SN sebagai asisten rumah tangga (ART) di kediamannya, Desa Cilebut, Sukaraja, Kabupaten Bogor.

"Dia wanita yang baik dan cantik," kata Sherly di Mako Polres Bogor, Cibinong, Jumat (11/2/2022).

SN baru 3 bulan bekerja sebagai asisten di keluarga Sherly. Sehari-hari ia diberi kepercayaan menjaga anak majikannya yang masih balita.

"Orangnya cakap sih saat menjalankan tugas. Ia jarang megang handphone, kecuali ia sedang beristirahat," papar Sherly.

Sherly mengaku terakhir kontak dengan SN pada Sabtu (5/2/2022). Saat itu, SN pamit mengunjungi kakaknya di Meruya Jakarta Barat.

"SN pergi dengan menggunakan layanan mobil online," tuturnya.

Saat kontak terakhir pada Sabtu (5/2/2022), SN mengatakan menginap di rumah kakaknya dan baru akan pulang pada Minggu (6/2/2022) pagi.

Namun hingga Minggu malam SN tak kunjung sampai ke rumah.

Sherly pun menghubungi kakak SN yang mengabarkan sang adik tidak berada di rumahnya.

"Saya mencari korban ke mana-mana, termasuk memviralkan fotonya di sosial media agar warga yang menemukan, bisa menghubungi saya atau kakaknya," tuturnya.

Rupanya SN tidak ke rumah kakaknya tetapi malah menginap di rumah kekasihnya AS di Jalan Pembangunan, Kedung Halang Bogor Utara, Kota Bogor.

"Setelah baca berita penemuan mayat di Cibinong hari Rabu (9/8/2022) lalu, saya melaporkan kehilangan SN ke polisi," ungkap Sherly.

Dia mengucapkan banyak terima kasih karena sudah menangkap pelaku pembunuhan ini.

"Terima kasih untuk polisi yang telah menangkap pelaku pembunuhan. Semoga diberi hukuman yang berat," ujar Sherly.

Sebagai informasi, warga Kampung Pisang, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, digegerkan oleh penemuan mayat yang terbungkus plastik pada  Rabu (9/2/2022).

Satreskrim Polres Bogor yang menyelidiki kasus ini pun berhasil menangkap AS (30) sebagai pelaku pembunuhan dan pembuangan mayat ini.

Kepala Satuan Reskrim Polres Bogor, AKP Siswo de Cuellar Tarigan mengatakan AS merupakan seorang resedivis kasus penganiyaan anak kandungnya.

"Saat ditangkap pada Kamis (10/2/2022) malam AS sempat melawan sehingga sempat dihadiahi timah panas di kakinya," pungkas Siswo.

AS dijerat pasal berlapis yaitu 338 dan 340 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Dibunuh Setelah Berhubungan Intim

Sebelumnya Satreskrim Polres Bogor berhasil menangkap pelaku pembunuhan terhadap wanita yang mayatnya ditemukan terbungkus plastik di dalam kardus di Kampung Pisang, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (9/2/2022) lalu.

Pelaku adalah AS (30) dan diringkus di kediamannya di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Kamis (10/2/2022).

Sementara lokasi pembunuhan dilakukan di kontrakan pelaku di Ciparigi, Bogor Utara, Kota Bogor.

AS merupakan buruh harian lepas, sedangkan korban SN (25) adalah pacarnya sendiri.

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengatakan pelaku dibekuk setelah adanya laporan orang hilang dari majikan korban.

"Majikan korban sempat melaporkan bahwa yang bersangkutan beberapa hari tidak pulang," kata Iman, Jumat (11/2/2022).

Setelah menghubungi keluarga, ayah korban bilang bahwa yang bersangkutan tidak pulang ke rumah.

"Lalu majikan membuat laporan ke kepolisian," jelasnya.

Iman mengungkapkan modus operandi yang dilakukan tersangka dalam menjalankan aksinya adalah membekap korban dengan bantal.

"Dia membekap pacarnya selama 10 menit hingga korban kehabisan napas dan meninggal," paparnya.

Berdasarkan otopsi oleh dokter, lanjut Iman, korban meninggal karena terganggu jalan nafasnya.

Mantan Kapolres Tangerang Selatan ini mengungkapkan hubungan pelaku dan korban adalah pacaran.

"Dia melakukan tindakan itu karena cemburu korban sering dihubungi temannya yang sebagian besar lelaki," tutur Iman.

Sebelum dibunuh, pelaku dan korban sempat melakukan hubungan badan layaknya suami istri.

"Tindakan pembunuhan ini dilakukan sendirian di kontrakan pelaku di Bogor Utara," tutur Iman.

Setelah dibunuh, pelaku sempat menyimpan jasad korban di kontrakan.

"Awalnya dia ingin membuang jasad korban ke sungai di Cibinong. Tetapi saat melintasi Kampung Pisang di Karadenan jenasah jatuh dan tidak bisa diangkat lagi sehingga ditinggalkan di situ," jelas Iman.

Polisi menjerat pelaku dengan pasal 338 dan 340 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

s: tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy