Berani Tindak Tegas Laporan Dugaan Penistaan Agama KSAD Dudung, Netizen Kadrun: SALUT!



IDEANEWSINDO.COM - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengambil langkah tegas terkait laporan dugaan penistaan agama yang dilayangkan sejumlah pihak pada KSAD Jenderal Dudung Abdurachman.

Andika berjanji pihak berwenang akan menindaklanjuti laporan dugaan penistaan agama tersebut.

“Kami pun punya kewajiban untuk menindaklanjuti laporan tersebut, dan sudah kita mulai sejak Senin (31 Januari 2022) kemarin,” ungkapnya pada Kamis, 3 Februari 2022.

Andika juga menyebutkan bahwa sejumlah saksi ahli telah dihadirkan guna memastikan adanya penghinaan agama pada pernyataan Dudung.

“Proses-proses permintaan keterangan dari pelapor, kemudian juga konfirmasi keberapa pihak termasuk nanti menghadirkan beberapa saksi ahli, untuk memastikan kami memahami konten dari tuntutan maupun yang diucapkan oleh Jenderal Dudung,” katanya.

Langkah Andika dalam memproses laporan tersebut mendapat pujian dari masyarakat Indonesia.

Berdasarkan pantauan Galamedia melalui Twitter, Panglima TNI kini mendapat apresiasi dari warganet.

"Salute dan hormat kepada panglima TNI, setidaknya telah mengambil sikap. Mari kita kawal bersama @Puspen_TNI," komentar @Jhonkosmik

"Sepakat Panglima supaya marwah TNI khususnya marwah AD terjaga," komentar @JotaKajen

"Mantap kali Pak Panglima TNI - Jenderal TNI Andika. Pak Andika orang hebat. I trust him. Kopassus No.1 di Indonesia. Koppasus jantung hati bangsa Indonesia," komentar @rm4ns4h

"Tegakan keadilan wahai panglima,
Buktikan bahwa panglima adalah jabatan amanah rakyat
Rakyat bersama TNI," komentar @Anonim50440483.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman dilaporkan Koalisi Ulama, Habaib, dan Pengacara Anti Penodaan Agama (KUHAP APA) ke Pusat Polisi Militer TNI AD (Puspomad).

Laporan tersebut dilayangkan atas dugaan penghinaan agama dan pernyataan 'Allah bukan orang Arab'.

Dalam hal ini, koordinator Koalisi Ulama, Damai Hari Lubis mengatakan bahwa ucapan dudung sebagai perwira tinggi tidak elok dan merupakan bagian dari tindak pidana formil serta delik umum.

Damai melayangkan laporan dugaan penodaan agama tersebut ke Puspomad pada 28 Januari 2022.

Damai mengaku laporannya diterima oleh pihak Puspomad bernama Agus Prasetyo. Dia berharap Puspomad segera mengusut dugaan penghinaan agama yang dilakukan oleh Dudung.

"Harapan kami adalah semoga maraknya peristiwa delik penodaan agama, ujaran kebencian yang dilakukan oleh oknum individu-individu dan/atau kelompok yang ada, dapat dituntaskan secara due process dan equal dengan berpedoman sesuai rule of law atau konstitusional," tandasnya.

s; pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy