Desa Wadas Dikepung Polisi, Ternyata Sumber Kekayaan Desa Melimpah Bak Tanah Surga di Bumi



IDEANEWSINDO.COM - Desa Wadas, Kecamatan Purworejo, Jawa Tengah, sedang menjadi sorotan. Pasalnya ribuan pasukan Polisi mengepung Desa Wadas dan melakukan penangkapan kepada sejumlah warga.

Ternyata desa yang saat ini sedang mejadi sorotan publik ini menyimpan kekayaan yang melimpah ruah. Bahkan sumber kekayaan yang sangat besar tersebut bak tanah sugra di bumi.

Di lansir dari laman media sosial Twitter dengan nama akun #JogjaDaruratAgraria menunjukkan berbagai hasil kekayaan yang dimiliki oleh sebuah desa yang berjarak sekitar 16 kilo meter dari arah Purworejo ini.

Berbagai hasil yang didapat dari pertanian warga Desa Wadas ini sangatlah melimpah, mulai dari durian, kemukus, jati, mahoni, aren cengkeh, akasia, dan masih banyak lainnya ini membuat Desa Wadas bak surga di bumi.

Tidak hanya itu, bahkan desa ini bisa mendapatkan penghasilan komoditas mencapai Rp 8.5 miliar per tahunnya, dan untuk komoditas kayu keras, menghasilkan Rp 1.5 miliar per tahun.

Dikutip dari unggahan @DJAgraria tersebut, Desa Wadas yang terletak di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah tersebut masuk dalam kawasan yang diperuntukkan untuk perkebunan.

“Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Purworejo Nomor 27 Tahun 2011 tentang Rencana tata Ruang Wilayah (RTRW), desa ini ditetapkan sebagai kawasan yang diperuntukkan untuk perkebunan. Komoditas pertahun yang dihasilkan dari hasil perkebunan desa ini dapat mencapai 8,5 Miliar dan komoditas kayu keras dapat mencapai 5,1 Miliar per 5 Tahun yang mana telah emmenuhi kebutuhan hidup dan kesejahteraan masyarakat Desa Wadas.”

Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan bahwa pada tahun 2018, beradasarkan Surat keputusan Gubernur Jawa tengah. Ganjar Pranowo, menetapkan bahwa desa tersebut berubah menjadi lokasi penambangan batuan (quarry) guna membangun Bendungan Beber.

Hal tersebut tentunya bertentangan dengan peraturan awal yang menyatakan bahwa Desa Wadas merupakan desa yang kawasannya diperuntukkan untuk perkebunan guna memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan warganya.

Berbagaai komoditas yang dihasilakan oleh Desa Wadas mulai dari hasil perkebunan hingga kayu kerasnya adalah sebagai berikut:
1. Kelapa: Rp 707 juta/bulan
2. Akasia: Rp 45,7 juta/5 tahun
3. Pisang: Rp 202,1 juta/bulan
4. Sengon: Rp 2.09 miliar/5 tahun
5. Cengkeh: Rp 64,4 juta/bulan
6. Vanila: Rp 266,5 juta/tahun
7. Petai: Rp 241,3 juta/tahum
8. Durian: Rp 1,24 miliar/tahun
9. Kemukus: Rp 1,35 miliar/tahun
10. Cabai: Rp 75,6 juta/bulan
11. Jati: Rp 1,173 miliar/5 tahun
12. Kapulaga: Rp 156 juta/bulan
13. Karet: Rp 131,8 juta/hari
14. Aren: Rp 2,6 miliar/hari
15. Mahoni: Rp 1,56 miliar/5 tahun
16. Keling: Rp 258 juta/5 tahun

Berbagai kekayaan yang bisa dihasilkan oleh warga Desa Wadas melalui pertanian dan perkebunan mereka yang melimpah ruah bak surga di bumi tersebut tentunya membuat banyak warga menolak adanya pembukaan Bendungan Bener dan pembukaan pertambangan batu andesit.

Hal tersebut tentunya akan membunuh berbagai lahan pertanian dan perkebunan warga yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tentunya membangun kesejahteraan warga Desa Wadas.

s; pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy