Jadikan 12 Anaknya Pengemis, Keluarga Ini Bisa Kumpulkan Uang Puluhan Juta Per Bulan



IDEANEWSINDO.COM - Banyak anak banyak rezeki, pepatah itu yang mungkin diyakini pasangan suami istri di Sampit, Kotawaringin Timur.

Punya 12 anak, mereka memanfaatkan buah hatinya itu untuk meraup keuntungan berlimpah.

Tapi bukannya dibekali dengan ilmu, orangtua asal Kalimatan Tengah itu justru menjerumuskan 12 anaknya ke hal tak baik.

Betapa tidak, mereka menjadikan semua anaknya pengemis di jalanan.

Tak main-main, guna mengoordinir anak-anaknya mengemis, sang ibu membuat perencanaan matang.

Sejak bertahun-tahun lalu, keluarga tersebut membuat pemetaan tentang lokasi mana saja yang menghasilkan banyak uang jika mengemis di sana.

Pekerjaan terorganisir satu keluarga itu pertama kali diketahui saat lima orang anggotanya terciduk razial Satpol PP.

Kabid Penegakkan Hukum Satpol PP Kotawaringin Timur Sugeng Rianto membongkar aksi satu keluarga pengemis tersebut.

Pun dengan taktik dan rancangan keluarga tersebut supaya meraup keuntungan besar dari meminta-minta belas kasihan orang.

"Mereka ini mengemis di lampu merah yang diperkirakan mereka banyak menghasilkan uang. Jadi mereka sudah memetakan titik yang banyak," ungkap Sugeng Rianto dikutip TribunnewsBogor.com dari TV One News, Jumat (4/2/2022).

Mengetuai aktivitas mengemis, sang ibu lah yang memiliki peran penting.

Sementara anak-anaknya yang sudah besar ditugaskan sebagai koordinator lapangan yang mengawasi adiknya kala mengemis.

Dipekerjakan sebagai pengemis, 12 anak tersebut tidak ada satupun yang sekolah.

"Tiap hari mereka terorganisir. Jadi ibunya yang menentukan titik di mana mereka beroperasi. Di lapangan, anaknya yang sudah 17 tahun jadi koordinator lapangan. Tugas mereka memantau apabila ada razia dan mengantar adiknya mengemis," ujar Sugeng Rianto.

"Setiap ada operasi yustisi (razia), orang-orang ini aja yang tertangkap," sambungnya.

Jumlah Penghasilan Fantastis

Melakoni pekerjaan itu selama bertahun-tahun, satu keluarga tersebut memiliki penghasilan yang terbilang fantastis.

Satu orang anak bisa meraup uang minimal Rp 200 ribu.

Saat terjaring razia, ada lima orang anak yang diangkut Satpol PP.

Berdasarkan temuan tersebut, keluarga itu bisa mendapatkan Rp 1 juta satu hari.

Jika dikali satu bulan, maka keluarga pengemis tersebut bisa menghasilkan uang minimal sebanyak Rp 30 juta atau mendekati 6 kali lipat UMR Jakarta.

Seperti diketahui, Upah Minimum Regional (UMR) Jakarta saat ini sekitar Rp 4,6 juta.

"Jadi kalau dihitung dia ngeluarin lima anak perhari, itu bisa Rp 1 juta. Kalau satu bulan, bisa menghasilkan Rp 30 juta. Itu kalau diambil rata-rata," kata Sugeng Rianto.

Dari hasil mengemis, keluarga itu bisa membeli barang-barang mewah.

Terlihat di depan rumah kontrakannya, mereka telah membeli satu mobil.

Bukan cuma mobil, satu keluarga itu juga memiliki sejumlah motor keluaran terbaru.

Sosok Keluarga Pengemis di Mata Tetangga

Aksinya mengemis ketahuan, satu keluarga itu jadi bulan-bulanan warga.

Rupanya tetangga memang sudah geram dengan tingkah satu keluarga pengemis kaya raya itu.

Sebab anak-anaknya yang berprofesi sebagai pengemis kerap bertindak seenaknya di lingkungan tersebut.

Disebutkan warga, anak-anak keluarga pengemis itu kerap membuang kotoran sembarangan.

Selain itu, mereka juga kerap mabuk-mabukan dan membuat gaduh lingkungan sekitar.

Bahkan sejak pindah lima bulan lalu ke rumah kontrakan tersebut, keluarga pengemis itu tidak pernah melapor ke ketua RT setempat.

Alhasil beberapa waktu lalu, perangkat desa dan warga mengusir keluarga pengemis tersebut.

"Marah, bahkan sampai mau adu jotos sama Saya di dalam rumah, kepala rumah tangganya," kata Bustanil Arifin Ketua RT 36 dilansir dari tayangan iNews, Jumat (4/2/2022).

Belum Ditangkap Polisi

Pengusiran oleh warga terhadap keluarga pengemis itu tampaknya sudah diketahui Satpol PP.

Diungkap Sugeng Rianto, orangtua dari keluarga pengemis itu nyatanya bisa dikenakan pasal hukum yakni eksploitasi anak.

"Sekarang sudah kosong. Kabar terakhir mereka pindah rumah. Betul, ini kalau Kita lanjutkan bisa dikenakan pasal perlindungan anak," ujar Sugeng Rianto.

Namun hingga kini, Satpol PP masih melepaskan satu keluarga tersebut.

"Kita masih bingung, kalau ibunya ditangkap, anaknya nanti siapa yang pelihara. Ada pertimbangan dari dinas sosial juga," kata Sugeng Rianto.

s: tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy