'Kami Tidak Cari Kaya' Terungkap Sosok Petani yang Tantang Najwa Shihab soal Harga Pupuk



IDEANEWSINDO.COM - Baru-baru ini sebuah video viral seorang petani menantang Najwa Shihab untuk membuat acara diskusi soal "harga pupuk mencekik, petani menjerit".

"Untuk mbak Najwa Shihab yang sering disebut di acara Mata Najwa, berani tidak mbak buat judul di acara mbak, harga pupuk mencekik petani kecil punah atau menjerit mbak," kata pria itu di video.

Pria tersebut meminta bantuan Najwa Shihab untuk mengangkat tema diskusi soal harga pupuk , supaya suara petani kecil didengar.

"Tolong mbak ya agar suara kami sebagai petani kecil didengar, kalau belum masuk di acara mbak," katanya.

Sebab petani itu mengaku suara mereka tak pernah didengar.

Video tersebut akhirnya sampai juga ke Najwa Shihab.

Dikutip dari akun YouTube Najwa Shihab, Selasa (8/2/2022), pembawa acara Mata Najwa itu mengaku mendapat video itu beredar di medsos.

Tidak hanya itu ada banyak orang dan teman-teman yang mengirimkan langsung video tersebut ke dirinya.

"Saya kemudian meminta tim Mata Najwa untuk melacak pembuat video, bapak petani tadi dan tim Mata Najwa menemukan petani itu," kata dia.

Menurut Najwa Shihab petani itu bernama Ari Jumadi yang berada di Pekanbaru, Riau.

Najwa Shihab pun menelepon melalui panggilan video call dengan Ari Jumadi, untuk mendengarkan lebih jauh apa keluhan soal pupuk.

"Assalamu'alaikum" ucap Najwa Shihab.

"Walaikumsalam Mbak Nana" jawab Ari.

Petani itu langsung mengapresiasi Najwa Shihab yang mau mendengarkan apresiasi para petani.

"Alhamdulillah terima kasih banyak mbak, ya," kata Ari.

"Saya yang terima kasih, pak Ari ketika mendengar dan nonton video Pak Ari," jawab Nana.

Ari langsung menjelaskan ke Najwa Shihab soal kondisi petani yang sedang mereka alami saat ini.

Menurut dia, harga pupuk yang paling parah terasa sekali.

"Pupuk dengan herbisida, ya biasanya harga standar Rp 300 ribu sekarang sudah Rp 680 ribu seperti MPK," kata Ari mengadu ke Najwa Shihab.

Sedangkan pupuk yang biasa mereka pakai seperti MPK, urea biasanya Rp 250 ribu per 50 Kg sekarang sudah menjadi Rp 550 ribu per karung 50 kg.

"Jadi naiknya itu dua kali lipat," kata dia.

Kondisi itu diakui Ari sangat memberatkan.

Karena biasanya mereka hanya mendapatkan untung-untung sedikit untuk biaya kehidupa sehari-hari dari bertani.

Tapi sekarang jangankan untuk tapi malah rugi.

"Kalau sekarang jangkan untung mbak, malahan buntunglah kami mbak," kata dia.

Menurut dia, kondisi saat ini tidak menutupi modal.

Kalau bisa menutupi modal petani sangat bersyukur.

"Kalau dapat nutup modal yang syukur alhamdulillah," kata dia.

Ari sebelumnya sudah lima tahun terakhir menjadi seorang petani.

Diakuinya ia bertani sayur mayur atau hortikultura.

Tapi sejak kebutuhan umum petani melonjak dirinya beralih menanam singkong.

"Lahan saya lebih kurang satu hektar, untuk mengantisipasi mengurangi biaya menanam saya beralih menanam singkong," kata dia.

Najwa Shihab sempat menanyakan soal pupuk subsidi ke Ari. Karena lahan yang dimiliki petani asal Pekanbaru itu tak mencapai dua hektar.

"Pak Ari sempat bisa dapat pupuk subsidi ? karena kan untuk petani yang lahannya di bawah dua hektar itu bisa dapat pupuk subsidi," tanya Najwa.

Ari pun mengaku dirinya pernah mendapat pupuk subsidi tapi cuma hanya sekali.

"Saya kemarin alhamdulillah pernah dapat cuma 1 kali," jawab Ari.

Itu pun kata dia dibatasi, seumpamanya yang dibutuhkan petani empat karung, cuma dibatasi boleh dua karung.

Sementara seharusnya sayur itu harus butuh empat karung dikasih dua karung.

"Kan ibaratnya kurang gizi jadi tanaman kami mbak," kata Ari.

Ari pun membeberkan harapan sebagai seorang petani.

Ari berharap jangan ada kejadian baru bertindak. Hendaknya kata dia pemangku kewenangan bisa mengantisipasi.

"Enggak mungkin lah orang ini tidak tahu informasi tersebut," kata dia.

"Pasti mereka tahu. Apa salahnya diantisipasi dengan cepat, itu saha harapan nya mbak," lanjutnya.

Ari pun sempat meminta maaf kepada Najwa Shihab karena sudah berbuat lancang dnegan membuat video.

"Sekali lagi saya mohon maaf mbak ya. Mungkin saya lancang membuat video tersebut saya tujukan langsung ke Mbak," kata Ari.

"Karena saya gini mbak, saya dibilang penggemar mbak ya insya Allah saya setiap acara menonton acara mbak itu, mbak orangnya kritis, pintar kan begitu," kata dia.

Ari bahkan perkataannya itu bukan bagian dari menjilat ke Najwa Shihab.

"Ini bukan saya menjilat mbak ya, saya jujur aja orangnya, saya tidak menjilat tidak," kata Ari.

"Terima kasih pak Ari, terima kasih kepercayaanya," jawab Najwa Shihab.

Najwa Shihab pun menjelaskan bahwa program Mata Najwa sedang break sehingga dirinya tidak bisa menyampaikan hal itu lewat Mata Najwa.

Sehingga dirinya mengutus tim untuk mencari keberadaan Ari.

Tapi dirinya ingin mendengar langsung kelahuan itu keluar dari petani tersebut.

Supaya suara pak Ari kata di bisa mewakili suara petani-petani lainnya.

Pada kesempatan itu, Ari berpesan kepada pemerintah untuk menstabilkan harga pupuk.

Sebab para petani seperti dirinya tidak mencari kaya.

"Walaupun tidak mencari kaya, kami setidaknya untuk hidup, kehidupan kami sehari-hari, dapatlah kami, itu saja harapan dari saya, tidak muluk-muluk tidak, Tolonglah stabilkan," kata Ari.

s; tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy