Konflik Wadas Memanas, Alissa Wahid Minta Ganjar Pranowo Bertindak Tegas



IDEANEWSINDO.COM - Konflik Desa Wadas yang kini sedang viral hingga trending di media sosial Twitter dengan tagar #WadasMelawan mendapat sorotan dari penggerak Gusdurian, Alissa Wahid.

Alissa Wahid turut berkomentar terhadap situasi mencekam antara masyarakat dan aparat kepolisian yang kini sedang terjadi di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Masyarakat Wadas yang gigih menolak pengukuran untuk pembangunan waduk membuat Alissa Wahid turut berkomentar hingga menyentil Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk segera hentikan pengukuran pembebasan lahan di desa tersebut.

Melalui cuitan akun Twitter miliknya, Alissa Wahid, meminta kepada Kapolda Jateng untuk membebaskan warga Wadas yang ditangkap.

"Atas nama @GUSDURians, kami meminta Kapolda Jateng untuk membebaskan warga Wadas yang ditahan, ujar Alissa Wahid dalam cuitan Twitternya.

Lebih lanjut dia menambahkan, atas nama gusdurian, dirinya menghimbau kepada Gubernur Ganjar Pranowo untuk menunda pengukuran lahan sebelum mengadakan musyawarah terlebih dahulu.

"Juga meminta kepada @Ganjarpranowo untuk menunda pengukuran dan lain-lain sampai kita selesai bermusyawarah, dan menghindarkan clash antara masyarakat dan aparat Negara," tulisnya.

Alissa Wahid menilai akar masalah yang terjadi di Desa Wadas tersebut tidak terlepas dari paradigma pembangunan.

Terlebih ketika rakyat diminta memberikan tanahnya kepada negara, membuktikan posisi masyarakat sangat kecil.

"Benar-benar rakyat itu (dianggap) kecil. kalau menolak, dianggap membangkan kepada negara. dianggap diprovokasi. boleh ditindak," Tulisnya.

Dipantau dari @Wadas_Melawan, masyarakat yang tinggal di desa Wadas kini sedang mengalami pengepungan dari aparat kepolisian.

Bahkan dilaporkan dari postingan @Wadas_Melawan, sekitar 60 orang diamankan pihak kepolisian dan dibawa ke Polsek Bener.

Akibat dari insiden penyerbuan yang dilakukan oleh aparat kepolisian di Desa Wadas, membuat warga sekitar merasa diteror dan merasakan ketakutan.

s; pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy