Warga Wadas Ngaku Dikejar Aparat hingga Harus Tidur di Hutan, Ali Syarief ke Mahfud MD: Mau Ngomong Apa Lagi?



IDEANEWSINDO.COM - Belum lama ini, seseorang yang tak mau disebutkan namanya mengaku sebagai salah satu warga Desa Wadas yang dikejar-kejar oleh aparat kepolisian saat kericuhan terjadi.

Dalam acara konferensi pers yang digelar via zoom oleh Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (GEMPA DEWA) pada Kamis, 10 Februari 2022 kemarin, warga Wadas itu mengaku dikejar-kejar sampai ke hutan.

Ia mengaku dikejar oleh Bribom dan polisi hingga harus bermalam di hutan.

Tak sendirian, dirinya mengaku ada beberapa warga lain yang juga bermalam di hutan lantaran dikejar oleh aparat.

Diakui olehnya, ia dan sejumlah warga Wadas lain belum berani keluar dari hutan lantaran masih merasa ketakutan.

Padahal, katanya melanjutkan, ia dan warga Wadas yang di hutan itu mengaku tidak bisa makan apapun karena tak ada makanan.

Menanggapi kesaksian orang yang mengaku sebagai warga Desa Wadas ini, akademisi Cross Culture Institute, Ali Syarief, turut memberikan komentar.

Ali Syarief bertanya kepada Menko Polhukam, Mahfud MD, terkait tanggapannya tentang kesaksian warga Desa Wadas yang mengaku dikejar-kejar hingga harus bermalam di hutan.

"Ayo, mau ngomong apa lagi @mohmahfudmd?" katanya, seperti dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari cuitan di akun Twitter pribadinya @alisyarief.

Sementara itu, Mahfud MD sendiri sebelumnya sempat membantah kabar yang menyebutkan bahwa Desa Wadas, Purworejo, dalam kondisi yang mencekam.

Menurutnya, semua pemberitaan dan informasi yang menyebut bahwa Wadas dalam situasi mencekam saat pengukuran lahan yang dikawal polisi adalah tidak benar.

Mahfud MD mengatakan bahwa kondisi di desa tersebut aman dan damai.

Bahkan, Menko Polhukam itu menantang siapapun yang tak percaya dengan ucapannya untuk datang langsung ke Wadas dan membuktikan sendiri.

Tak hanya itu, Mahfud MD juga menuturkan bahwa sejumlah warga yang sempat ditangkap pun kini telah dibebaskan dan dikembalikan ke keluarga masing-masing.

Ia mengatakan bahwa desa yang terletak di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah itu dalam kondisi normal dan kondusif.

s: pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy