Aksi Senyap Densus 88 Tangkap Teroris di Tepi Jalan, Gedung DPR RI Jadi Target



IDEANEWSINDO.COM - Densus 88 Antiteror Mabes Polri kembali menangkap tersangka terorisme di Jalan Pemuda, Desa Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Penangkapan di tepi jalan pada Selasa (15/3/2022) sekira pukul 07.46 WIB itu terbilang cepat.

Selain tidak banyak muncul di sosial media, anggota Polsek Gunung Sindur pun baru mengetahui kejadian itu pada Kamis (17/3/2022), beberapa hari setelahnya.

Anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri dengan sigap menangkap seorang pemuda berinsial RS (25).

Penangkapan pria ini bersamaan dengan penangkapan tersangka teroris berstatus PNS aktif di di Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang Banten ditangkap Densus 88, Selasa (15/3/2022).

Yang membedakan Tobiin yang ditangkap di kawasan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang terjadi pada dini hari.

Penangkapan tersangka teroris ini juga menambah daftar panjang, setelah sebelumnya terjadi penangkapan di Kecamatan Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (10/3) berujung tewasnya tersangka teroris, dokter Sunardi (54).

Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Aswin Siregar kepada awak media di Jakarta mengungkap jika Rs hendak melancarkan aksi teror di gedung DPR RI.

Menurut Aswin, rencana itu diketahui, dalam unggahannya di akun Facebook pribadi bernama Ana Ikhwan pada 16 Februari 2022.

"(Tersangka juga) sering memposting video kekerasan yang dilakukan ISIS di Facebook," ujar Aswin.

Dia mengunggah sebuah kalimat di halaman Facebook yang memuat kalimat

"Terkadang kalau lihat pasangan suami istri, mesra-mesra romantis di tempat umum. Kenapa ya rasanya pingin pergi saja ke Gedung DPR untuk amaliah," tulisnya.

Penangkapan di Gunung Sindur

Penangkapan teroris RS (25) di Jalan Pemuda, Desa Gunung Sindur, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor pada hari Selasa (15/3/2022) kemarin ternyata dilakukan di pinggir jalan raya.

Kapolsek Gunung Sindur, AKP Birman Simanullang mengatakan bahwa pihak kepolisian Gunung Sindur baru mengetahui kejadian tersebut pada hari Kamis (17/3/2022) kemarin.

"Kalo penangkapannya kan langsung sama pihak Densus 88, diem diem mereka," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com, saat disambangi di Polsek Gunung Sindur, Jalan Atma Asnawi No.10, Desa Gunung Sindur, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jumat (18/3/2022).

Menurutnya penangkapan teroris tersebut dilakukan di Jalan Pemuda, yang tepatnya berada di pinggir jalan, tidak jauh dari Polsek Gunung Sindur.

Dalam kasus ini, pihak kepolisian Gunung Sindur serta warga-warga sekitar tidak digegerkan dengan peristiwa tersebut, yang di mana banyak orang tidak mengetahuinya.

AKP Birman Simanullang mengungkapkan bahwa penangkapan teroris tersebut diduga sempat kejar-kejaran dengan tim Densus 88 dari arah Jalan Raya Parung, Bogor.

"Yang jelas mereka bukan warga Gunung Sindur dan tidak tinggal di Gunung Sindur juga, kalo mereka tinggal di sini pasti pihak kepolisian Gunung Sindur juga ikut turun mengamankan kediamannya," jelasnya.

Diketahui penangkapan RS ini terjadi pada pukul 07.46 WIB di Jalan Pemuda, Desa Gunung Sindur.

Dalam penangkapan ini, menurut AKP Birman Simanullang tidak menjadi viral dikalangan masyarakat ataupun di sosial media, karena warga mengetahuinya.

Ia menambahkan bahwa tim Densus 88 bekerja sangat cepat saat itu, hingga banyak orang dan pihak kepolisian setempat tidak mengetahuinya.

"Densus 88 kan ekslusif mereka nangkepnya, kalo warga sini pasti izin dulu ke pihak kepolisian dan pihak warga sekitar," pungkasnya.

KATA Pengamat

Pengamat terorisme dan intelijen, Stanislaus Riyanta sebelumnya menyebut jika Jamaah Islamiyah telah mengubah strategi.

Perubahan strategi ini dilakukan usai Abu Bakar Ba’asyir ditangkap.

Dalam perubahan strategi ini, JI mengganti polanya dari kekerasan menjadi non-kekerasan.

Mereka berpandangan, perubahan ini dilakukan karena kekerasan hanya akan merugikan kelompoknya.

“Mereka akan membuat kegiatan-kegiatan yang diterima orang banyak,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Jumat (11/3/2022).

Stanislaus menjelaskan, organisasi tersebut kini lebih inklusif.

Ini dilakukan agar mereka lebih diterima masyarakat.

Tak cuma itu, perubahan tersebut dimaksudkan supaya aktivitas kelompok tidak mudah dipantau oleh pihak berwajib, sekaligus untuk memudahkan dalam penggalangan dana.

“Ini adalah suatu adaptasi model aksi. Ini merupakan strategi JI supaya lebih survive,” tuturnya.

Dalam perubahan strategi ini, JI mengikuti pola-pola Al Qaeda yang berafiliasi dengan mereka.

Stanislaus menerangkan, pola Al Qaeda sangat rapi. Salah satu yang ia sorot adalah konsolidasi.

“Mereka punya Pedoman Umum Perjuangan Jamaah Islamiyah. Di dalamnya ada bagaimana caranya kaderasisasi, konsolidasi, dan lain-lain,” ungkapnya.

Ditambah lagi, terang Stanislaus, kader-kader JI juga mempunyai beragam latar.

Stanislaus mengandaikan, apabila kegiatan mereka tidak dicegah, bisa saja kader-kader mereka ada yang masuk ke organisasi pemerintahan.

s; tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy