Amien Rais Menghantam Presiden Jokowi, Menyemburkan 3 Tudingan Sekaligus



IDEANEWSINDO.COM - Ketua Dewan Syuro Partai Ummat Amien Rais menuding Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah melakukan tiga macam "pembunuhan" selama memimpin Indonesia sejak 2014.

Mantan Ketua MPR itu menyebut jenis "pembunuhan" pertama dengan istilah ekosida distraction.

Menurut Amien Rais, pemerintah era Jokowi banyak membiarkan pembalakan liar atau illegal logging hingga deforestasi terhadap hutan di beberapa pulau di Indonesia.

"Ini terus berjalan bahkan tampaknya itu makin merata, makin destruktif dibandingkan dengan masa-masa yang lalu," kata Amien Rais saat mengikuti diskusi secara daring yang disiarkan di YouTube akun Kabar Senator, Senin (14/3).

Pria kelahiran 26 April 1944 itu kemudian menyebut "pembunuhan" jenis kedua dengan istilah genosida.

Dia menilai pemerintah kurang sigap menanggulangi pandemi Covid-19 di Indonesia yang mengakibatkan ratusan ribu rakyat meninggal dunia.

Namun, kata dia, Presiden Jokowi tidak mendapat kritik tajam atas penanganan pandemi yang kurang berhasil.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu lantas berbicara kejadian di Brasil. Terutama, saat parlemen membentuk panitia khusus mengevaluasi kepemimpinan presiden negara Samba itu, Jair Bolsonaro.

"Di Brasil, begitu angka kematian (akibat Covid-19, red) mencapai puluhan ribu, langsung senat di negara itu, kemudian langsung membentuk panitia yang memalu godam Presiden Jair Bolsonaro," beber Amien.

Pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah itu kemudian menyebut "pembunuhan" jenisketiga yang dilakukan Jokowi dengan istilah demosida.

"Rezim Jokowi telah membunuh demokrasi. Istilahnya Pak Jokowi telah melakukan demosida," tuding Amien.

Sebab, kata dia, Jokowi menguasai suara di parlemen baik DPR dan MPR. Pada akhirnya, setiap kebijakan pemerintah tidak pernah menuai kritik tajam dari legislator.

"Caranya menguasai DPR, MPR sehingga hampir semua anggotanya menjadi yes man dan yes woman pada apa saja yang diinginkan oleh Pak Jokowi," ungkap Amien Rais.

s; jpnn.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy