Babak Baru Kasus Dea Onlyfans: Raup Rp 20 Juta Sebulan; Polisi Buru Pemeran Pria



IDEANEWSINDO.COM - Gusti Ayu Dewanti atau yang dikenal dengan nama Dea Onlyfans ditangkap jajaran Ditreskrimsus Polda Metro Jaya di Malang, Jawa Timur, Kamis (24/3) malam. Ia harus berurusan dengan hukum karena menyebarkan konten pornografi .

Usai menjalani serangkaian pemeriksaan, Dea ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat dengan Pasal 27 ayat (1) jo Pasal 45 ayat (1) tentang undang-undang ITE, dan Pasal pasal 29 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Dia terancam hukum pidana 12 tahun penjara.

Meski begitu polisi tidak menahannya dengan alasan Dea akan menyelesaikan kuliahnya. Orang tua Dea menjadi penjamin penangguhan penahanan itu.

Meski tidak ditahan Dea tetap harus menjalani wajib lapor ke Polda Metro Jaya seminggu dua kali.

Dea Onlyfans Awalnya Unggah Konten Pornografi Untuk Pribadi

Dea Onlyfans mengakui bahwa dirinya memang mengunggah konten berbau pornografi. Namun pada awalnya hal itu dilakukan hanya untuk kepentingan pribadi saja.

"Iya, (konten) untuk pribadi aja. Karena klien kami merasa ini ada tempatnya sendiri," kata kuasa hukum Dea, Abdillah Syarifudin kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (28/3).

Sebab, menurut Abdillah, platform Onlyfans sendiri mengizinkan untuk mengunggah konten-konten yang berbau pornografi.

Raup Rp 20 Juta Tiap Bulan dari Unggah Konten Porno

Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis mengatakan, setiap bulannya Dea dapat meraup keuntungan Rp 15-20 juta dari konten pornografi.

"Penghasilan dalam satu bulan lebih kurang Rp 15-20 juta," kata Auliansyah dalam jumpa pers, Selasa (29/3).

Auliansyah menjelaskan, keuntungan yang berhasil diraup Dea dari kontennya tersebut untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Buru Pemeran Pria

Dalam membuat konten pornografi, Dea tidak sendiri. Ada pemeran pria dalam video pornonya. Kini polisi telah mengantongi identitas pria tersebut.

"Sudah (teridentifikasi pemeran laki-laki)," kata Direskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (29/3).

Menurut Aulia, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus tersebut. Dia memastikan kasus itu masih terus dikembangkan.

"Perkara D sendiri kami tentunya akan menambah tersangka nantinya. Karena di dalam UU tersebut juga pemeran lain atau mendukung bisa menjadi tersangka," ujar Auliansyah.

Simpan Video Porno di Twitter Sebelum Diunggah ke OnlyFans

Dalam penyelidikan diketahui Dea tidak langsung membagikan konten pornografi ke platform OnlyFans. Ia lebih dulu menyimpan konten-konten porno miliknya di Twitter.

"Caranya dia menggunakan Twitter milik dia, dari Twitter disimpan, dibuat videonya kemudian disimpan dalam satu tempat penyimpanan," jelas Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis kepada wartawan, Selasa (29/3).

"Kemudian satu-satu dia kirim ke OnlyFans melalui Twitter," sambungnya.

Polisi Jawab Keinginan Dea Onlyfans Jadi Justice Collaborator

Dea sempat menyatakan mengajukan diri untuk bisa menjadi justice collaborator pihak kepolisian demi mencegah kasus serupa terulang. Terkait hal itu, Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis mengatakan pihaknya masih belum memberikan keputusan.

"Nanti kita lihat," kata Auliansyah saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (29/3).

Polisi Tak Bisa Blokir OnlyFans

Dea diketahui mengunggah konten asusila miliknya di platform bernama OnlyFans. Di sana ia membagikan foto dan video asusilanya dengan menggunakan akun bernama gracesaids yang merupakan milik Dea.

Terkait keberadaan platform OnlyFans, Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis mengatakan pihaknya tidak dapat memblokir. Ia beralasan situs tersebut berasal dari luar negeri.

"Enggak bisa (diblokir) kan OnlyFans itu di luar negeri ya kan," tuturnya.

Meski begitu, kata Auliansyah, pihaknya telah menyita akun OnlyFans milik Dea agar tak dapat digunakan kembali olehnya.

"Akun OnlyFans nya yang sudah kita sita," tutupnya.

s; kumparan.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy