Crazy Rich Beneran, Bos PO Haryanto Sentil Tukang Pamer Kekayaan di Medsos: ‘Tolong Hargai Perasaan Orang’



IDEANEWSINDO.COM - Fenomena banyaknya Crazy Rich yang hobi memamerkan harta dan kekayaan di media sosial rupanya cukup menggelitik bagi bos PO Haryanto, Rian Mahendra.

Pria yang kini menggeluti bisnis transportasi bus antar kota antar provinsi ini menganggap bahwa hal pamer harta di media sosial ini kurang menghargai perasaan orang lain.

Rian Mahendra yang kini memiliki ratusan unit bus di bawah naungan PO Haryanto pun memberi pesan bijak agar para orang kaya di luar sana bisa lebih menjaga perasaan masyarakat yang menontonnya.

Dikutip ZonaJakarta dari video Tik Tok akun @_djamien, Rian pun berpesan dan menyentil tingkah crazy rich yang suka pamer itu.

"Gue tahu lu miliarder. Gue tahu lu triliuner. Gue tahu duit lu banyak, ratusa miliar, triliunan," ucap Rian.

"Mungkin sodaqoh lu banyak juga, terserah lah. Itu urusan kalian dengan Allah," lanjutnya.

Namun, Rian juga mengingatkan kalau di luar sana ada begitu banyak masyarakat tidak mampu yang harus banting tulang mencari sesuap nasi.

"Tapi satu hal yang gua minta sama kalian. Tolong hargai perasaan orang-orang yang kesulitan makan. Yang setiap hari masih kerja banting tulang buat nyukupin kebutuhan keluarga," kata putra dari Haji Haryanto ini.

Rian mencontohkan kejadian faktual di sekitarnya saat banyak orang masih bekerja hinga tegah malam.

"Lu kadang keluar coba. Lihat tengah malam masih ada orang dorongin gerobak, ngangkutin barang bekas. Orang-orang yang minta-minta buat makan di pasar," jelas Rian.

Menyikapi fenomena yang terjadi belakangan ini, Rian berharap semakin banyak crazy rich yang bisa menempatkan diri.

"Tolong hargai perasaan mereka. Ketika mereka melihat seperti apa kalian hidup," pungkasnya.

Video Rian itu banyak mendapat komentar dari pengguna Tik Tok.

Banyak masyarakat yang setuju dengan pendapat Rian dan menganggap para crazy rich itu sesumbar dengan harta kekayaan mereka.

Fenomena crazy rich yang tiba-tiba muncul di Indonesia tidak lepas dari peran media sosial.

Banyak yang menganggap bahwa dengan memamerkan kekayaan akan memperoleh popularitas.

Di sisi lain, ajang pamer harta itu juga dipertontonkan ke semua lapisan masyarakat.

Profesor Rhenald Kasali pun menilai fenomena ini sebagai hal negatif.

"Pertama begini loh, kita ahrus punya nilai-nilai dalam hidup. Kamu tidak bisa fokus hanya pada dirimu sendiri," kata Rhenald Kasali dikutip dari Jurnal Soreang.

"Misalnya sekarang pandemi. Orang banyak susah, sementara kalian tampil di televisi dengan konsumsi yang ditonjol-tonjolkan seperti itu. Tidak semua orang bisa menikmati seperti kita. Kita juga harus punya empati sosial," pungkas Rhenald Kasali.

s; pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy