Hilmi Firdausi Sebut Ritual Klenik Musyrik di MotoGP Mandalika, Netizen: Bagaimana Dengan Pawang Mimpi 2019?



IDEANEWSINDO.COM - Penceramah Hilmi Firdausi buka suara melihat aksi seorang pawang hujan di ajang MotoGP Mandalika pada Minggu, 20 Maret 2022 sore kemarin.

Melalui akun Twitter pribadinya, @Hilmi28, ia menyoroti ritual Rara Isti Wulandari, si pawang yang mengusir hujan deras di sirkuit balap MotoGP Mandalika.

Netizen ramai memberikan komentar. Ada yang setuju, sebagian besar tidak setuju. Bahkan, ada yang menyangkutpautkan Hilmi Firdausi dengan ustaz “pawang mimpi” saat Pilpres 2019 lalu.

Dikutup BeritaBantul.Com dari akun twiternya, Hilmi Firdausi menyebut hujan deras di ajang MotoGP Mandalika menunjukkan Allah akan kuasanya.

Aksi ritual pawang hujan, menurutnya, memberian pelajaran berharga bagi oran-orang yang masih percaya klenik dan sejenisnya.

“Hari ini di Mandalika, Allah menunjukkan kuasanya. Memberikan pelajaran berharga bagi org2 yg masih percaya klenik dsj,” katanya.

Hilmi Firdausi menjelaskan, Indonesia adalah negara mayoritas muslim dan pasti mengetahui bahwa percaya pada kemusyrikan (pawang hujan) adalah dosa besar.

Ia mengajak masyarakat Indonesia untuk meluruskan akidah agar negeri ini barokah.

“Indonesia negara yg mayoritas penduduknya muslim & pasti tau bhwa percaya hal2 berbau kemusyrikan adlh dosa besar. Mari luruskan aqidah agar negeri ini barokah,” pungkasnya.

Komentar Hilmi Firdausi tentang ritual pawang hujan klenik musyrik di MotoGP Mandalika tersebut banjir komentar.

HimaWari @H1m4_W4r1 menanggapi begini, “Dia berdoa menolak hujan dengan caranya, dengan keyakinannya , berdoa minta hujan, dengan caranya, dengan keyakinannya. Nampaknya sudah jelas gerombolan mana anda, yg selalu merasa paling benar sambil nyalah2in orang lain,” katanya.

“Kamu sendiri saja sudah tidak adil dg dirimu. Dulu ketika ini terjadi, kamu ngapain? Blom bangun?” tulis akun @memorysongs2022 sembari munjukkan judul berita Aksi Pawang Hujan Saat Kedatangan Presiden SBY (2014) dan Pawang Hujan Dikerahkan Di Jakarta Night Festival (2014).

“Pelajaran berharga bagi orang - orang yg masih percaya segunung dalil delusi para "pawang mimpi,” tulis @__AnakKolong.

Akun ini menunjukan foto Ustaz Abdul Somad dan Adi Hidayat saat mengunjungi kediaman Prabowo Subianto, yang saat itu bersama Sandiaga Uno maju sebagai calon presiden di 2019.

Diketahui, saat masa kampanye Pilpres 2019, Ustaz Abdul Somad (UAS) mendatangi Prabowo dan menyampaikan dukungannya dari isyarat 5 kali mimpi bertemu Prabowo.

Begitu pula Ustaz Adi Hidayat (UAH). Bahkan, UAH sambil memegang dada Prabowo akan menjadi orang pertama yang bersaksi di hari kiamat. “Saya akan gandeng tangan bapak (Prabowo) ke surga,” kata UAH.

Dua peristiwa itulah, menurut @__AnakKolong disebutnya sebagai pawang mimpi.

s; pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy