Ingat Setya Novanto? Eks Ketua DPR Kembali Berulah, Ketahuan Bawa ponsel, Kini Ribut Soal Sel Mewah



IDEANEWSINDO.COM - Baru-baru ini nama mantan Ketua DPR RI Setya Novanto kembali berulah.

Terpidana megakorupsi e-KTP Setya Novanto kembali bikin heboh di lapas.

Terbaru, Setya Novanto berselisih dengan eks Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi.

Sejumlah narapidana korupsi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat dikabarkan terlibat bentrokan dan keributan.

Percekcokan itu dikabarkan berkaitan dengan kamar sel.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Ditjenpas Kemenkumham) membenarkan kabar terjadinya keributan itu.

Namun kata Kabag Humas dan Protokol Ditjenpas Kemenkumham Rika Aprianti, perselisihan itu sudah diselesaikan.

"Perselisihan di lapas adalah salah satu risiko yang dihadapi dalam penanganan lapas, termasuk Sukamiskin. Yang penting, perselisihan tersebut bisa dan telah terselesaikan," ujar Rika saat dikonfirmasi, Rabu (2/3/2022).

Koruptor yang dikabarkan berselisih adalah kubu dari mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto dan eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.

Namun Rika enggan menjelaskan dengan lugas saat dikonfirmasi lebih jauh soal perselisihan antara pihak Setya Novanto dan Nurhadi itu.

Dia hanya memastikan perselisihan sudah rampung.

"Ada perselisihan dan sudah selesai. Udah klir. Sudah konfirmasi kalapasnya. Perselisihan sudah selesai dan dilanjutkan dengan pembinaan," tutur Rika.

Dikonfirmasi terpisah, kuasa hukum Nurhadi yang juga pernah membela Setya Novanto, Maqdir Ismail, mengaku belum menerima informasi terkait kabar perselisihan yang diduga melibatkan dua kliennya itu.

Maqdir mengaku justru baru mendapat kabar tersebut.

"Mohon maaf, saya tidak mendapatkan informasi tentang itu. Justru saya baru dapat kabar itu," ujar Maqdir dikonfirmasi terpisah.

Kabar perselisihan antara pihak Setnov dan Nurhadi beredar di sebuah pesan singkat awak media.

Perselisihan itu dikabarkan bermula dari pesanan kamar sel mewah di Lapas Sukamiskin.

Kamar sel mewah itu disebut-sebut dipesan oleh Nurhadi kepada Lapas Sukamiskin lewat Setya Novanto.

Ditjen Pas: Kejadian Lama, Sudah Selesai

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kementerian Hukum dan HAM menyatakan, perselisihan antara mantan Ketua DPR Setya Novanto dan eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi merupakan peristiwa lama.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen Pas Rika Aprianti menyebutkan, perselisihan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, itu juga telah selesai.

"Itu adalah kejadian lama, dan sudah lama juga selesai," ujar Rika kepada Kompas.com, Rabu (2/3/2022).

Kendati demikian, Rika tidak menjelaskan apa yang melatarbelakangi keduanya terlibat perselisihan itu dan kapan peristiwa tersebut terjadi.

Menurut informasi dari kepala lapas (Kalapas) Sukamiskin, perselisihan itu timbul karena kesalahpahaman antara dua narapidana tersebut.

"Info dari Kalapas miskomunikasi (penyebab perselisihan Novanto dan Nurhadi)," jelas Rika.

Rika berpendapat, perselisihan di lapas merupakan salah satu risiko bagi petugas dalam menangani warga binaan.

Namun, menurut dia, perselisihan harus bisa diselesaikan agar pembinaan di lingkungan pemasyarakatan dapat terus berjalan.

"Yang penting perselisihan tersebut bisa dan telah terselesaikan. Pembinaan lanjutan sedang dijalankan," ucap Rika.

Untuk diketahui, Setya Novanto merupakan terpidana kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP tahun anggaran 2011-2013.

Novanto divonis 15 tahun penjara dan membayar denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan.

Ia juga diwajibkan membayar uang pengganti 7,3 juta dollar AS dikurangi Rp 5 miliar yang telah dikembalikan.

Sementara itu, Nurhadi merupakan terpidana kasus suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA.

Berdasarkan tingkat kasasi, Nurhadi dijatuhi hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Setya Novanto sudah beberapa kali membuat ulah saat berada di lapas.

Setya Novanto juga pernah disorot karena kasus lapas mewah hingga keleluasaan mengakses ponsel.

1. Sel mewah

Sorotan terhadap sel mewah Novanto bermula saat Sri Puguh Budi Utami, yang saat itu menjabat sebagai Direktur Jenderal Pemasyarakatan, melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah sel di Lapas Sukamiskin pada Juli 2018.

2. Ketahuan bawa ponsel

Kemudian tahun lalu, Setya Novanto kembali berulah.

Sebab, Novanto muncul dalam foto viral di media sosial dan terlihat membawa ponsel.

3. Berselisih dengan Nurhadi

Terbaru, Setya Novanto berselisih dengan Nurhadi di Lapas Sukamiskin.

Ditjen Pemasyarakatan pun membenarkan hal itu.

s; tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy