Kemdikbud Sebut Pawang Hujan Pakai Gelombang Otak Teta, Felix Siauw: Tak Usah Belajar Meteorologi



IDEANEWSINDO.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI menyebutkan bahwa tradisi pawang hujan ada pada banyak budaya di dunia sejak berabad lalu.

Kemdikbud dalam postingan di akun resmi Instagram @kemdikbud.ri, menyebutkan bahwa pawang hujan bekerja menggunakan gelombang otak Teta untuk 'berkomunikasi' dengan semesta ketika sedang melaksanakan tugasnya.

Menanggapi hal itu, Ustadz kondang Felix Siauw memberikan komentar prihatin terhadap masa depan pendidikan Indonesia.

"Coba pikir, kalau selevel kementrian pendidikan aja udah posting begini, lalu mau diharap apa dari pendidikan Indonesia?," kata Felix Siauw dikutip SeputarTangsel.Com dari Instagram Felix Siauw @felixsiauw pada Jumat 25 Maret 2022.

Felix Siauw berpendapat jika Kemdikbud menganggap hal klenik sebagai bagian dari budaya yang perlu dilestarikan maka ilmu-ilmu sains tidak perlu dipelajari.

Pawang hujan yang bekerja menggunakan ilmu klenik diakui Kemdikbud bekerja menggunakan gelombang teta. Padahal secara fakta ilmiah, untuk mempelajari cuaca diperlukan ilmu meteorologi, fisika dan geofisika.

"Ya udah, ga usah belajar meteorologi, fisika, biologi, kimia, masabodo sains, cukup berkomunikasi dengan gelombang teta aja," ujar Felix Siauw.

Felix Siauw tidak setuju bahwa klenik dianggap bagian pendidikan. Karena menurutnya, klenik bukan bagian pendidikan yang menjadi urusan Kemdikbud.

"Klenik kok dianggap pendidikan, sepertinya memang kementrian pendidikan temannya Rara di langit, bareng pekerja dan para pembalap, yang ada AC besar dan remote-nya ada di Rara," ujar Felix.

Dia menyayangkan pernyataan Kemdikbud. Pengakuan Rara yang menyebutkan bahwa di langit, dia bekerja bareng pekerja dan para pembalap, dengan AC besar dan remote-nya ada di Rara, tidak bisa diterima secara ilmiah.

"Apa mereka yang masih mikir di kementrian pendidikan ga malu ada postingan official begini?," ujar Felix.

s; pikiran rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy