Mahasiswa Papua: Komnas HAM akan Kami Bakar dengan Aspirasi



IDEANEWSINDO.COM - Puluhan mahasiswa Papua melakukan unjuk rasa di gedung Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Mereka mendesak lembaga itu segera menyelesaikan kasus pelanggaran HAM di Papua.

"Hari ini kami kasih kartu kuning kepada Komnas HAM. Besok kami kasih kartu merah, Komnas HAM kita bakar. Kita bakar dengan aspirasi kami yang masih ditampung dalam ruangan ini," kata salah satu orator di depan gedung Komnas HAM, Senin (7/3).

Mahasiswa Papua yang tergabung dalam solidaritas Pro-Demokrasi dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) menilai Komnas HAM sejak dulu tak pernah memberikan hasil nyata. Oleh karenanya, mereka mendesak Komnas HAM untuk segera mengusut seluruh kasus yang terjadi di Papua, terhitung sejak awal operasi militer dilakukan.

Selain itu, mereka juga meminta Komnas HAM proaktif terhadap laporan penganiayaan anak di bawah umur yang menewaskan satu orang anak sekolah dasar di Papua baru-baru ini. Menurut mereka, sejak peristiwa itu terjadi, Komnas HAM belum memberikan respons apapun.

"Kami mau melaporkan terhadap pihak Komnas HAN [untuk] proaktif terhadap kasus penganiayaan terhadap anak di bawah umur," ujar orator.

"Peristiwa seperti ini bukan baru pertama kali terjadi di Papua, tetapi setiap terjadi Komnas HAM tidak pernah melakukan investigasi," imbuhnya.

Mereka pun berharap dengan digelarnya aksi ini, Komnas HAM dapat segera menginvestigasi kasus penganiayaan tersebut. Misalnya dengan harapan dibentuk tim investigasi independen.

"Kami berharap dengan pelaporan ini Komnas HAM [dapat] membentuk tim investigasi untuk melakukan investigasi tergadap penganiayaan tujuh anak di bawah umur," tukasnya.

Sebelumnya, seorang anak kelas 4 Sekolah Dasar (SD) berinisial MT meninggal dunia setelah diduga dianiaya oleh aparat keamanan di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, pada Minggu (20/2) lalu.

Peristiwa itu bermula saat MT dan enam anak lainnya ditangkap karena dituduh mencuri senjata milik anggota TNI di Sinak.

"Berdasarkan laporan media lokal pada 26 Februari, dua orang pemuda diduga mengambil satu pucuk senjata milik anggota TNI di sekitar Bandara Tapulinik Sinak, Kabupaten Puncak Papua, pada malam hari 20 Februari," demikian cuitan di akun Twitter @amnestyindo dan telah diizinkan untuk dikutip, Senin (28/2).

s; cnnindonesia.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy