Sinyal Kecemasan Cak Imin dalam Bayang-bayang "Reshuffle" Kabinet Jokowi



IDEANEWSINDO.COM - Terbit tenggelam isu reshuffle atau perombakan Kabinet Indonesia Maju terus bergulir.

Sejak Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan bergabung ke koalisi pemerintah pada Agustus 2021 lalu, kabar reshuffle berulang kali mengemuka.

Belakangan, muncul kabar Presiden Joko Widodo bakal mengubah peta kursi menteri di pemerintahannya akhir Maret ini.

Menurut isu yang beredar, PAN akan diberi satu kursi menteri dan wakil menteri.

Memang, lebih dari enam bulan menyatakan bergabung dengan koalisi Jokowi, PAN hingga kini belum mendapatkan satu pun jabatan di pemerintahan.

Desas-desus masuknya PAN ke koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin menuai respons yang beragam dari partai koalisi terdahulu.

Mayoritas menyerahkan perihal perombakan kabinet ke presiden. Namun, sebagian menunjukkan kegelisahan.

Tak mau diganggu

Menanggapi isu ini, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengaku tak masalah jika presiden merombak kabinetnya untuk memberi tempat pada kader PAN.

Namun, dia mewanti-wanti agar masuknya PAN ke kabinet tak mengganggu kursi menteri yang dimiliki PKB. Ini supaya tidak terjadi konflik antarpartai

"Silakan, asal enggak ganggu PKB. Kalau ganggu PKB, bisa Ukraina lawan Rusia nanti, masa PAN lawan PKB?" kata Muhaimin di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (24/3/2022).

Pria yang akrab disapa Cak Imin itu menilai, kinerja kabinet memang harus dievaluasi setiap saat, khususnya dalam menghadapi ancaman perang pascakonflik Rusia-Ukraina dan pemulihan pascapandemi.

Namun, dia mengaku belum mendapat informasi terkait rencana perombakan kabinet dalam waktu dekat.

"Sampai dengan hari ini belum ada tanda-tanda reshuffle. Saya juga heran banyak yang nanya reshuffle, kelihatannya belum ada tanda-tanda," ujar wakil ketua DPR tersebut.

Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid juga menyampaikan hal senada dengan Muhaimin. Menurut Jazilul, jika semua menteri sudah on the track, maka reshuffle tidak diperlukan.

Namun, dia enggan jika jatah kursi partainya di kabinet dikurangi.

"Kalau (kursi menteri) PKB mau ditambah monggo, itu haknya presiden. Kalau dikurangi kita ya jangan,” kata Jazilul melalui keterangan tertulis, Kamis (24/3/2022).

Kendati demikian, Jazilul menegaskan bahwa reshuffle menjadi hak prerogatif presiden.

Oleh karenanya, dia meminta para menteri yang berasal dari PKB untuk meningkatkan kinerja, sehingga tetap mendapat kepercayaan dari presiden untuk melayani rakyat.

”Jika ada pekerjaan-pekerjaan yang lambat, tolong segera dipercepat. Kalau ada pekerjaan-pekerjaan yang diharapkan oleh rakyat belum selesai, tolong segera diselesaikan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya,” ucap Jazilul.

Empat menteri
Di Kabinet Indonesia Maju, PKB setidaknya punya empat kursi menteri. Pertama, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah.

Kedua yakni Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar. Ia tak lain merupakan kakak kandung Muhaimin Iskandar.

Ida dan Abdul Halim menjabat sebagai menteri sejak awal di Kabinet Indonesia Maju dibentuk pada Oktober 2019.

Menteri ketiga dari PKB yakni Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Dia baru duduk di kabinet pada Desember 2020, saat reshuffle pertama pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Yaqut menggantikan Fachrul Razi yang berlatar purnawairawan TNI.

Terakhir, ada Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi. Sama dengan Yaqut, dia baru menjabat sebagai menteri pada Desember 2020.

Lutfi menggantikan Agus Suparmanto, kader PKB yang kala itu dicopot Jokowi.

Ketua DPP PKB Faisol Riza pernah mengatakan, Lutfi resmi menjadi kader PKB usai Pemilihan Presiden 2019.

Dari keempat nama, tiga di antaranya mendapat sorotan publik baru-baru ini.

Menaker pada pertengahan Februari lalu didemo buruh dan panen kritik lantaran menerbitkan peraturan baru mengenai dana jaminan hari tua (JHT) yang baru bisa dicairkan di usia 56 tahun.

Lalu, Menag belum lama ini mendapat kecaman warganet karena mengeluarkan pernyataan kontroversial yang dianggap membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing.

Terbaru, Mendag menuai kontroversi terkait langka dan mahalnya harga minyak goreng. Dia banjir kritikan lantaran mengaku tak kuasa mengontrol keberadaan mafia minyak.

Sulit ditebak

Menanggapi isu reshuffle ini, Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo memprediksi, setidaknya 3 menteri berpotensi dicopot Jokowi.

Ketiganya tak lain adalah kader PKB yakni Mendag Lutfi, Menaker Ida, dan Menag Yaqut. Mereka dinilai publik menunjukkan performa kerja yang kurang baik.

"Jadi menurut saya, kalaupun ada yang dicopot ya kira-kira menteri itu," kata Kunto kepada Kompas.com, Selasa (22/3/2022).

Namun demikian, menurut Kunto, reshuffle menjadi kewenangan penuh presiden.

Meski publik berpendapat kinerja menteri-menteri tersebut kurang baik, belum tentu mereka yang akan dicopot Jokowi.

"Ada misalnya menteri yang menurut kita oke-oke saja ternyata dicopot itu ada, apalagi kalau ada konflik di belakang layar yang kita nggak tahu di publik," ujar Kunto.

Menurut Kunto, perombakan kabinet juga tak lagi bisa dikaitkan dengan pengelompokan menteri asal partai politik atau nonparpol.

Dia menilai, Jokowi lebih mempertimbangkan faktor untung rugi dalam mengutak-atik kabinetnya. Mereka yang berjasa di pemerintahan lebih punya peluang untuk bertahan lama di kabinet, begitupun sebaliknya.

Kunto berpandangan, sulit untuk menebak hitung-hitungan Jokowi perihal peta politik pemerintahannya.

"Karena Pak Jokowi berkali-kali membuktikan ke publik bahwa semua prediksi pengamat ataupun analisis politik yang berusaha mengalkulasi secara rasional hitung-hitungan kursi menteri dan segala macamnya lebih banyak melesetnya," kata dia.

Kecemasan Cak Imin
Sementara, peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, menilai, PKB tengah merasa was-was pada isu reshuffle.

Ini ditunjukkan dari pernyataan Cak Imin yang terang-terangan menyatakan enggan partainya diganggu lewat reshuffle. Waktum PKB juga gamblang menyebutkan tak mau jatah kursi partainya dikurangi.

Menurut Bawono, khawatiran itu wajar lantaran sejumlah menteri PKB belakangan membuat kegaduhan.

"Bisa juga dibaca kecemasan posisi pos kementerian di kabinet saat ini diduduki oleh PKB akan diincar oleh PAN," kata Bawono kepada Kompas.com, Kamis (24/3/2022).

Selain itu, lanjut Bawono, ada perasaan tidak rela dari Cak Imin jika PAN bergabung ke koalisi pemerintah.

Ini bisa jadi karena PKB melihat rekam jejak PAN yang pada Pemilu 2019 lalu sama sekali tak berkeringat untuk memenangkan koalisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

PAN kala itu merapat ke pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

"Sikap PKB terhadap isu reshuffle bisa diterjemahkan bentuk ketidakikhlasan PKB atas kemungkinan PAN masuk di kabinet," ucap Bawono.

Bawono berpandangan, mengurangi jatah kursi menteri dari partai-partai koalisi terdahulu demi mengakomodir PAN berpotensi menganggu soliditas internal pendukung pemerintagan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Langkah tersebut juga sangat mungkin memunculkan goncangan-goncangan politik di kabinet di kemudian hari.

Oleh karenanya, lebih aman bagi Jokowi jika kursi untuk PAN diambilkan dari menteri nonpartai.

Meski begitu, lanjut Bawono, perombakan kursi menteri menjadi hak prerogatif presiden. Segala kemungkinan bisa saja terjadi.

"Reshuffle ini sangat tergantung dengan dinamika internal koalisi memang, sejauh mana partai-partai politik di koalisi ikhlas menerima PAN," kata dia.

s; kompas.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy