Syarat Mudik Lebaran 2022 dari Presiden Ditolak Politisi PKS, Sebut Aneh dan Bikin Susah Rakyat



IDEANEWSINDO.COM - Sebelumnya diketahui Presiden Joko Widodo sudah memperbolehkan mudik di lebaran tahun ini.

Namun ada syarat dari mudik lebaran ini jadi sorotan dari anggota Komisi V DPR RI.

Terkait syarat tersebut mendapat tanggapan dari politikus PKS.

Syarat mudik lebaran 2022 yang disebutkan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu mendapat respons dari anggota Komisi V DPR RI Sigit Sosiantomo.

Menurut politikus PKS itu, syarat vaksin booster untuk masyarakat yang hendak mudik lebaran 2022 dinilai sebagai kebijakan yang aneh.

Bukan saja anak, tapi juga disebut sebagai kebijakan yang  menyusahkan, mengingat masyarakat sudah dua tahun tidak mudik.

Sigit Sosiantomo berpendapat, vaksin booster mestinya tidak menjadi syarat mudik 2022 karena pencapaian belum merata dan sifatnya pilihan.

“Sesuai dengan pernyataan Kemenkes, booster itu tidak wajib tapi pilihan bagi masyarakat yang ingin menambahkan kekebalan. Karena sifatnya pilihan, jangan dijadikan syarat wajib perjalanan dong. Bikin susah masyarakat saja yang mau mudik. Setop buat aturan aneh,” kata Sigit dalam keterangan tertulis, Senin (28/3/2022). 

Dia juga menyoroti banyaknya kebijakan pemerintah yang membingungkan.

Di satu kebijakan, pemerintah terkesan memberikan kelonggaran terkait protokol kesehatan.

Namun soal mudik lebaran 2022, pemerintah malah membuta kebijakan yang membuat rakyat susah.

“Sudah dua tahun aturan perjalanan untuk mudik sangat ketat, bahkan ada pelarangan dan penyekatan. Tapi lihat, saat hari libur lain kebijakannya lebih longgar. Bahkan, yang tadinya direncanakan ada pengetatan, malah dihapus dan dilonggarkan syarat perjalanannya,” ujarnya.

Ia mendesak pemerintah tidak mewajibkan vaksin booster sebagai syarat perjalanan saat mudik lebaran nanti.

Menurutnya, aturan perjalanan yang saat ini berlaku sudah cukup untuk mencegah Covid-19.

“Aturan itu harus jelas dan jangan selalu berubah-ubah sesuka hati. Bikin susah masyarakat saja. Cukup vaksin lengkap dan jaga prokes. Juga tidak perlu antigen atau PCR lagi." 

"Waktu pelaksanaan MotoGP aja syarat mutlak prokes dilanggar, kenapa setiap mudik aturannya selalu buat susah. Sebagian masyarakat juga menolak vaksin booster menjadi syarat perjalanan dan menjadi trending topic di media sosial,” kata dia.

Di sisi lain, penerapan vaksin booster sebagai syarat perjalanan akan menyebabkan sektor transportasi kembali terpuruk seperti tahun sebelumnya.

s; tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy