Debat dengan Hotman Paris, Koordinator BEM SI Banjir Kritik di Medsos hingga Trending



IDEANEWSINDO.COM - Koordinator Pusat (Korpus) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kaharuddin banjir kritik di media sosial (medsos) usai terlibat debat dengan Pengacara Hotman Paris.

Kaharuddin dan Hotman Paris berdebat soal janji Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang belum tercapai hingga saat ini.

Sebagai pembawa acara HOTROOM Metro TV, Hotman Paris menanyakan ihwal tujuan demo mahasiswa yang baru-baru ini terjadi.

Sampai akhirnya Hotman dan Kaharuddin terlibat pembicaraan soal janji-janji kampanye Jokowi yang dianggap mahasiswa belum terpenuhi hingga saat ini.

"Anda juga mahasiswa menuntut janji kampanye dari Presiden Jokowi, janji yang mana yang Anda belum merasa terpenuhi?" tanya Hotman pada korpus BEM SI dikutip Isu Bogor dari Hotroom Metro TV, Sabtu, 16 April 2022.

Kaharuddin menjawab yakni soal 12 tuntutan tentang pelemahan KPK dan beberapa janji kampanye Jokowi yang belum terpenuhi.

Ia meminta agar presiden dan menteri jangan terfokus pada pesta demokrasi di tahun 2024 melainkan harus memerhatikan kesejahteraan rakyat Indonesia saat ini.

"Kami ingin menyatakan bahwa presiden jangan fokus di pesta demokrasi di tahun 2024 ataupun pembantu presiden, menteri-menteri," kata Kaharuddin.

Perdebatan semakin sengit usai Kaharuddin membandingkan kesejahteraan dan kebebasan rakyat di masa Orde Baru dan Reformasi.

"Iya, terkait dengan itu, itu tentang kesejahteraan. Misalkan di orde lama, kita peroleh kebebasan tapi kesejahteraan tidak," jelas Kaharuddin.

"Orde baru kita peroleh yang namanya kebebasan, kesejahteraan kita punya. Hari ini yang ingin kita (mahasiswa) tanyakan adalah apakah kita peroleh kesejahteraan? Apakah kita peroleh kebebasan?" sambungnya.

Pernyataan Kaharuddin itulah yang akhirnya menuai kritik atau pro kontra publik di media sosial hingga BEM SI trending di Twitter pada Sabtu, 16 April 2022.

Terlebih, anggota Komisi XI DPR RI Masinton Pasaribu memberi bantahan bahwa orde baru justru sebaliknya dari yang dikatakan oleh Kaharuddin mengenai kebebasan.

"Orde baru itu tidak ada yang namanya kebebasan. Kesejahteraan ya semu. Teman-teman mahasiswa juga harus objektif karena kebebasan tidak ada dalam alam masa orde baru, makanya kami dan teman-teman tahun 97 98 menentang itu, memperjuangkan adanya demokrasi," tutur Masinton Pasaribu.

Di akhir cuplikan video yang beredar di media sosial, Hotman Paris mengatakan bahwa mahasiswa saat ini harus belajar dari para seniornya, yakni mahasiswa 1998.

"Jadi, kayaknya mahasiswa ini perlu belajar dari yang senior nih," ujar Hotman.

s; pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy