Fadli Zon Tetiba Minta Warga Dukung Jokowi Padahal Dulu Sering Kritik Presiden, Terungkap Tujuannya



IDEANEWSINDO.COM - Kenal Fadli Zon? dulu jadi salah satu tokoh yang suka berseberangan dengan Pemerintahan Joko Widodo ( Jokowi ).

Namun kini, sikapnya beda. Tiba-tiba minta masyarakat untuk dukung Presiden Jokowi.

Sebelumnya,  Fadli Zon dikenal selalu melontarkan kritikan keras ke Jokowi.

Padahal partai yang menaunginya berada dalam lingkaran Pemerintahan Jokowi.

Kini sikap Fadli Zon berubah drastis.

Apa yang membuat Fadli Zon tiba-tiba ajak masyarakat dukung Jokowi?

Ternyata, sikap Jokowo terhadap wacana masa jabatan Presiden atau Penundaan Pemilu 2024.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo melarang menteri kabinetnya bicara penundaan pemilu.

Fadli Zon berpendapat perintah Jokowi tersebut sudah tepat.

Hal tersebut melihat, selama ini wacana penundaan pemilu memang datang dari sejumlah menterinya.

Ia menyebut larangan Jokowi pada menterinya itu haruslah didukung.

 "Ya artinya selama ini, Pak Jokowi pernyataannya tidak ada yang meminta penundaan, yang saya tahu. Dari menterinya kan yang meminta penundaan."

"Permintaan itu menurut saya logis, rasional dan harus didukung."

"Sehingga kita tidak akan dengar lagi menteri-menteri sibuk urusan penundaan pemilu karena itu bukan tupoksi mereka," ucap Fadli Zon, Rabu (6/4/2022) dikutip dari YouTube Kompas TV.

Lebih lanjut, Fadli Zon juga menanggapi pernyataan Mendagri Tito Karnavian yang menyebut amandemen UUD 1945 bukan hal tabu.

Seperti diketahui amandemen UUD 1945 sempat dikabarkan sebagai 'jalur' agar wacana penundaan pemilu terwujud.

Mengenai hal itu, Fadli Zon menilai saat ini tak ada kepentingan yang mendesak untuk melakukan amandemen konstitusi.

"Kalau itu  kan normatif, amandemen memang tidak tabu. Tetapi juga bukan sebuah kepentingan yang mendesak saat ini."

"Saya kira tidak ada wacana mengarah ke arah situ (amandemen)," jelas dia.

Anggota Komisi I DPR RI ini kemudian kembali mewanti-wanti menteri agar patuh pada arahan Jokowi agar tak bersuara lagi soal penundaan pemilu.

"Sekali lagi, apa yang disampaikan pak Jokowi sudah tepat."

"Bahwa lebih bagus para menteri fokus pada bidang masing-masing, jangan terlibat pada hal-hal yang tidak ada gunanya," ujar Fadli Zon.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo kembali mengeluarkan pernyataan tegas soal penolakan terhadap wacana pemundaan pemilu maupun perpanjangan masa jabatan.

Kali ini, di hadapan jajaran kabinet, Jokowi tidak ingin ada lagi menteri yang berpendapat terkait wacana presiden 3 periode.

Presiden Joko Widodo (jokowi) dalam sidang kabinet paripurna, Selasa (6/4/2022). (Youtube Sekretariat Kabinet)
Hal itu diperingatkan Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Rabu (6/4/2022).

"Jangan sampai ada lagi yang menyuarakan lagi mengenai urusan penundaan, urusan perpanjangan, nggak," tegas Jokowi, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Jokowi bahkan meminta para menteri tak menimbulkan pernyataan yang menuai polemik.

Ia memerintahkan agar para menteri lebih fokus pada pekerjaannya.

"Jangan menimbulkan polemik di masyarakat, fokus pada bekerja dalam penanganan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi," ucap dia.

Selain isu wacana jabatan 3 periode, Jokowi juga menyampaikan pentingnya pernyataan menteri memiliki sense of crisis.

Diketahui, isu wacana penundaan pemilu maupun masa jabatan presiden beberapa kali muncul, walaupun sempat mereda.

Awalnya wacana penundaan pemilu datang dari usulan para elite partai politik.

Seperti Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum Golkar AIrlangga Hartarto, dan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.

Terbaru, isu perpanjangan masa Jokowi 3 periode juga kembali terdengar saat musyawarah para kepala desa se-Indonesia di Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi).

Jokowi sendiri juga sudah beberapa kali angkat bicara menolak isu perpanjangan masa presiden 3 periode.

s; tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy