Hijrah di Dalam Penjara, Tio Pakusadewo Diajarkan Mengaji oleh Ali Imron



IDEANEWSINDO.COM - Tio Pakusadewo sudah tidak asing lagi di dunia hiburan tanah air. Namanya dikenal sebagai aktor.

Tio Pakusadewo harus berurusan dengan polisi setelah terjerat kasus narkoba. Dia pun ditangkap dua kali oleh polisi karena menggunakan narkoba jenis sabu.

Berada di balik jeruji besi menjadi momen bagi Tio Pakusadewo untuk memperbaiki diri. Dia memutuskan untuk hijrah. Di dalam sel tahanan Tio Pakusadewo diajarkan mengaji oleh Ali Imron yang merupakan pria yang didakwa karena kasus bom Bali.

Momen Tio Pakusadewo Hijrah
Tio Pakusadewo berbincang dengan Jarwo Kwat. Jarwo mendoakan Tio Pakusadewo yang kini telah berhijrah agar istikamah.

"Sekarang beliau sudah hijrah loh," ucap Jarqo Kwat.

"Alhamdulillah," jawab Tio Pakusadewo.

"Semoga terus istiqomah ya Bang Tio ya," ucap Jarqo Kwat lagi.

"Amin amin," jawab Tio.

Menangkap Hidayah
Tio Pakusadewo mengaku jika dirinya menangkap hidayah setelah tersandung kasus narkoba untuk kedua kalinya. Dia banyak mendapat pelajaran berharga selama berada di sel tahanan.

"Karena ada prinsip yang begini, semuanya akan berlalu. Jadi kemarin itu waktu di penjara yang kedua. Alhamdulillah begitu yang kedua ini, alhamdulillah bisa nangkep hidayahnya," katanya.

"Jadi pas keluar kebetulan ditawarin kerjaan di Para Pencari Tuhan nggak nyangka tuh ceritanya persis (dengan kehidupan nyata). Jadi ya udah mudah-mudahan istiqomah deh," imbuh Tio.

Diajarkan Mengaji Oleh Ali Imron
Tio Pakusadewo mulai memperdalam llmu agama. Tio bahkan diajarkan mengaji oleh Ali Imron.

"Banyak sih belajar ngaji lagi disitu. itu yang ngajarin ngajinya Ali Imron, teroris bom Bali. Dia datang tuh ke ruangan sel tahanan saya. Dia yang nawarin 'masih ngaji nggak' dia bilang. Udah lupa gua bilang begitu kan. Cuma hurufnya masih inget Alif Ba Ta. Cuman udah lupa deh banyak yang lupa. Saya ajarin mau ngga. Saya bilang boleh aja. Dia dateng tuh tiap Minggu, seminggu sekali. Tiap dia dateng gua ngumpet, gua tidur. Masih belum mau. Tapi lama-lama 'wah ini gigih'. Masa dia gigih kita engga kan," katanya.

"Dikasih Quran Mushaf sama dia, cuma hurufnya kecil kita engga bisa baca. Baru diajarin sama dia cara metodenya dia tapi keren sih metodenya. Jadi dari situ mulai. Dikasih mushaf yang lebih gede lagi. Nah dari situ mulai kita baca. Alhamdulillah inget lagi," ucapnya lagi.

s: merdeka.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy