Pelaku Penger*yokan Ade Armando hingga Identitas Kelompok Pelaku, Kini Muncul Ancaman Kapolda



IDEANEWSINDO.COM - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran memastikan pihaknya sudah mengidentifikasi para pelaku pengeroyokan terhadap pegiat media sosial Ade Armando.

"Kami sudah mengidentifikasi kelompoknya. sekaligus orang-orangnya (penganiaya Ade Armando)," kata Irjen Pol Fadil Imran, Senin malam.

Menurut Fadil, Pihaknya bakal secepatnya menangkap pelaku dan melakukan upaya penegakan hukum kepada massa perusuh yang menyusup di barisan mahasiswa.

Karenanya Ia menyarankan agar pelaku segera menyerahkan diri sebelum aparat kepolisian menjemputnya.

"Besok mungkin kami akan melakukan upaya penegakkan hukum. Mengumumkan identitas pelaku. Jika tak menyerahkan diri kami akan tangkap," kata Fadil.

Fadil memastikan juga akan mendalami siapa saja yang melakukan provokasi, termasuk emak-emak yang memprovokasi massa untuk menganiaya Ade Armando.

Karena dari teriakan itu mengakibatkan penganiayaan dan melukai Ade Armando hingga terkapar.

"Kami pelajari ada orang yang menggerakkan, ada yang memprovokasi," kata mantan Kapolda Jawa Timur.

Saat ini katanya sudah ada 80 orang diamankan ke Polda Metro Jaya dan masih di dalami peranannya di aksi unjuk rasa.

Jika massa itu tidak melakukan anarkis maka akan segera dipulangkan ke rumahnya masing-masing.

Seperti diketahui Ade Armando dianiaya massa perusuh di depan Gedung DPR RI.

Puluhan anggota polisi lalu itu membelah barisan massa yang mengerubungi dan menganiaya Ade Armando.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heryatno langsung menggendong Ade Armando menggunakan kedua tangannya.

Saat itu, massa tetap melempari botol dan batu ke arah polisi yang mengevakuasi ade Armando.

Barisan polisi ini berusaha melindungi komandannya yang tengah menyelamatkan Ade Armando.

"Minggir-minggir kasih jalan kasih jalan," ujarnya.

Ade Armando Pernah Terlibat Kasus

Pegiat media sosial sekaligus akademisi Universitas Indonesia, Ade Armando babak belur seusai dihajar para pendemo.

Wajahnya dipenuhi darah hingga dirinya ditelanjangi.

Sosok Ade Armando sendiri dulunya pernah terlibat kasus hukum terkait kasus pencemaran nama baik.

Diketahui, unjuk rasa tersebut terjadi di depan gedung DPR, RI Jakarta Pusat pada Senin (11/4/2022).

Unjuk rasa tersebut berakhir ricuh hingga massa mulai aksi melempar batu ke arah Gedung DPR.

Dalam peristiwa rusuh ini, Ade ikut menjadi korban luka-luka.

Kepalanya dipukul hingga tubuhnya diinjak oleh para pendemo.

Diketahui, pada 2019 lalu, Ade terlibat kasus hukum lantaran mencemarkan nama baik Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Ia kemudian dilaporkan oleh salah satu anggota DPD, Fahira Idris ke Polda Metro Jaya.

Fahira menganggap Ade telah melecehkan sosok Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan lewat postingan media sosialnya.

Postingan yang dilaporkan Fahira Idris ke Polda Metro Jaya adalah foto wajah Anies Baswedan yang disamakan dengan sosok Joker.

"Gubernur Jahat Berawal dari Menteri yang Dipecat," tulis Ade Armando pada captionnya.

Namun, kala itu Ade mengaku jika postingan itu bukan dibuat langsung olehnya.

Menurutnya, ia hanya mengunggah foto yang diedit orang lain dan menggunakannya sebagai bentuk kritik terhadap pemerintahan Anies Baswedan.

"Meme itu sendiri bukan buatan saya. Tapi saya secara sadar menyebarkannya karena isinya memang sesuai dengan apa yang ingin saya sampaikan kepada Anies dan kepada publik," ujar Ade.

s; tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy