Polisi Sebut Arif Pardiani yang Memprovokasi Massa untuk Mengeroyok Ade Armando



IDEANEWSINDO.COM - Polisi menangkap Arif Pardiani dan menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan pegiat media sosila dan dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan menyebut Arif Pardiani ditetapkan tersangka meski tidak terlibat langsung dalam insiden pengeroyokan tersebut.

Namun, lanjutnya, Arif diduga menjadi orang pertama yang memprovokasi massa untuk mengeroyok Ade Armando hingga babak belur.

"Dia satu pelaku lain di luar enam ini. Dia merekam video provokasi dengan kata-kata 'turun semua, turun semua' sehingga terjadi pengeroyokan," kata Kombes Zulpan, Rabu (13/4).

Perwira menengah Polri itu menjelaskan berdasarkan video yang beredar di media sosial, Arif Pardiani memprovokasi massa dengan mengatakan "Ade Armando sudah mati".

Saat ini, lanjut Zulpan, penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap Arif Pardiani.

Sebuah video viral di media sosial yang menunjukkan Arif memakai baju berwarna hitam, membawa tas kecil berwarna hijau tua, dan mengenakan kacamata.

Pada video yang berdurasi 11 detik itu, Arif menyebutkan Ade Armando telah meninggal dunia setelah dikeroyok oleh massa. Dia bahkan mengeklaim massa yang berada di sekitarnya ditembaki oleh polisi. Video itu diunggah akun @IraKaminsky di Twitter yang dikutip JPNN.com, Rabu (13/4).

"Ade Armando udah mati, dikeroyok sama massa. Sekarang kita ditembakin sama polisi. Turun semua, turun semua, yang di Jakarta turun semua!," ujar Arif dalam video tersebut.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menetapkan enam orang tersangka pengeroyokan pegiat media sosial Ade Armando.

Keenam tersangka itu ialah Muhammad Bagja, Komar, Diah Ulhaq, Ade Purnama, Abdul Latief, dan Abdul Manaf.

Tiga dari enam pelaku telah diringkus petugas. Sementara lainnya masih buron.

s; jpnn.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy