Profil Arief Rosyid, Komisaris BSI yang Dipecat DMI Palsukan Tanda Tangan JK



IDEANEWSINDO.COM - Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengambil tindakan tegas memecat Ketua Departemen Ekonomi DMI Arief Rosyid dalam rapat pleno karena telah memalsukan tanda tangan (TTD) Ketua Umum DMI Jusuf Kalla dan Sekjen DMI Imam Addaruqutni.

Rapat pleno digelar dari jam 09.30-11.15 WIB Jumat (1/4) dan dipimpin Ketua Umum, Wakil Ketua Umum Syafruddin, KH Masdar F Masudi dan Sekjen Imam Addaruqutni.

"Pak Ketum yang memutuskan dalam rapat," kata Sekjen DMI Imam Addaruqutni, kepada wartawan di Jakarta, seperti dilansir Antara Jumat (1/4).

Diketahui, Arief Rosyid memalsukan tanda tangan Ketum dan Sekjen DMI dalam sebuah surat terkait agenda Undangan Kickoff Festival Ramadhan kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Surat bernomor 060.III/SUP/PP-DMI/A/III/2022, berisi undangan kepada wapres untuk menghadiri Festival Ramadhan serentak di seluruh Indonesia.

Kegiatannya, berupa pameran UMKM, kuliner halal, buka puasa bersama, dan berbagai kegiatan selama sebulan penuh Ramadhan.

Siapa Arief Rosyid?

Arief Rosyid Hasan menduduki kursi Komisaris Independen PT Bank Syariah Indonesia (BSI) pada tahun 2020.

Bank Syariah Indonesia (BSI) merupakan hasil merger 3 bank syariah milik BUMN, yaitu PT BRI Syariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT BNI Syariah sesuai arahan Menteri BUMN Erick Thohir.

Pengangkatan Arief dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BRI Syariah , Selasa (15/12/2020), bersama pengurus lainnya.

Berdasarkan data yang dikumpulkan kumparan, Arief menyatakan dukungannya pada pasangan Jokowi-Ma'ruf dalam Pilpres 2019. Dia menduduki jabatan penting, menjadi Wakil Direktur Milenial Tim Kemenangan Nasional (TKN), organisasi pendukung Jokowi-Ma'ruf yang diketuai Erick Thohir.

Dalam upayanya mendukung Jokowi-Ma'ruf , Arief yang masih tergolong muda ini juga tercatat mendirikan kelompok relawan milenial 'KitaSatu' untuk menjaring suara dukungan dari kaum muda.

Tak hanya 'KitaSatu', Arief ini juga membentuk Jubir Milenial yang merupakan jejaring aktivis relawan muda pendukung Jokowi-Ma'ruf untuk mempromosikan program-program capres dan cawapres yang mereka usung.

Sebelum terjun ke dunia politik dengan menjadi relawan Jokowi-Ma'ruf, Arief aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sembari menyelesaikan studi S1 di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Hasanuddin.

Pada 2013-2015, dia juga ditunjuk sebagai Ketua Umum PB HMI dan pada 2018 dia aktif di Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang dipimpin Jusuf Kalla.

s; kumparan.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy