Ada Apa dengan Partai Demokrat Lampung? Calon Ketua DPC Tak Terpilih Kompak Mengadu ke Majelis Kehormatan



IDEANEWSINDO.COM - Merasa dizholimi, sejumlah calon ketua DPC Partai Demokrat Lampung akan melaporkan hasil penetapan Ketua DPC Majelis Kehormatan Partai Demokrat di Jakarta.

Para calon yang merasa “disingkirkan” itu menyatakan akan berjuang sekuat tenaga meyakinkan Majelis Kehormatan, bahwa telah terjadi rekayasa di DPD Partai Demokrat Lampung hingga mereka disingkirkan.

“Kami akan jelaskan semuanya, dan kami yakin Majelis Kehormatan akan mengevaluasi ulang hasil penetapan ketua DPC kemarin,” kata Nero Koenang, Rabu (11/05/22).

Nero dikenal sebagai kader senior Partai Demokrat Lampung. Ia pernah menjadi pengurus DPD selama sepuluh tahun lebih.

Setelah Edi Irawan terpilih dan resmi menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Lampung, Nero beriktiar mencalonkan diri menjadi ketua DPC Partai Demokrat Bandarlampung, namun gagal, meski ia sudah
mengantongi dukungan dari 9 pengurus anak cabang.

Nero kecewa. Ia menuding proses seleksi calon ketua cacat prosedur dan kental campur tangan elit DPP Partai Demokrat Lampung.

“Faktanya jelas dan penuh rekayasa. Saya dapat informasi penetapan ketua-ketua terpilih kemarin itu tanpa melewati rapat Tim 5. Itu diakui Agus Revolusi dan disampaikan kepada kepada kami (Nero, Muktar dan Anton,),” tegasnya.

“Itu aneh, tiba-tiba DPD mengumumkan ketua-ketua DPC terpilih, padahal belum ada rapat tim 5,” tambahnya lagi.

Sesuai aturan AD/ART, jelasnya, penetapan ketua DPC diputuskan oleh Tim 5, DPD hanya mengusulkan nama-nama calon.

“Ada apa ini, melanggar ini, belum rapat tapi kok sudah diumumkan siapa pemenangnya,” katanya.

Nero mengaku sebagai kader partai, ia siap menerima keputusan apa pun sepanjang proses seleksi hingga penetapan ketua sesuai aturan.

Tapi bila menyimpang, ketusnya, sebagai kader partai ia wajib meluruskannya.

“Saya nggak main-main. Saya lama di Demokrat. Ini partai saya. Saya berkewajiban menjaga citra partai. Partai ini harus diurus dengan baik, tidak boleh ada yang mau ngurus sendiri,” ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan calon Ketua DPC Partai Demokrat Mesuji, Muktar.

Muktar mempertanyakan legalitas penetapan ketua DPC tanpa diawal rapat Tim 5.

“Saya kecewa dan mengadukan masalah ini ke Majelis Kehormatan Partai,” kata Muktar.

Muhtar mengaku jika penetapan Ketua DPC Demokrat kabupaten Mesuji belum melalui persetujuan tim 5.

“Jadi penetapan yang dilakukan sekarang tidak melalui prosedur partai yang bener, jadi saya mau adukan hal ini ke Majelis Kehormatan(MK) Partai,” terang Muhtar.

Sebelumnya,  dua calon juga akan  melaporkan kecurangan pemilihan DPC di Lampung ke Majelis Kehormatan Partai. Mereka adalah Herwan Mega dari Kabupaten Lampung Utara dan Anton Setya
Putra dari Kabupaten Lampung Timur.

Haluan Lampung mempereloh informasi, Anton, calon ketua DPC PD Lamteng akan bertemu AHY di Medan pada Kamis (12/05).

Pertemuan Anton dan AHY di Medan khusus untuk membicarakan soal mekanisme yang dinilai tidak sesuai mekanisme.

s; haluanlampung.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy