Benny Harman Diduga Aniaya Karyawan Restoran. Aliansi NTT Bergerak : Jangan Ada Intervensi Parpol ke APH



IDEANEWSINDO.COM - Menanggapi peristiwa dugaan penganiayaan karyawan Restoran Mai Cenggo Restoran Labuan Bajo, yang diduga dilakukan oleh Anggota Komisi III DPR RI, Bapak Benny Kabur Harman, Aliansi NTT Bergerak mendesak agar kasusnya diproses sesuai aturan hukum yang berlaku dan segera naik ke meja pengadilan.

Koordinator Aliansi NTT Bergerak, Yohanes Hegon Kelen Kedati mengaku meragukan klarifikasi oknum Anggota DPR RI, Benny Kabur Harman.
Pasalnya, rekaman CCTV di TKP berbeda dengan klarifikasi yang disampaikan Benny Kabur Harman ke pihak Kepolisian.

“Peristiwa Dugaan penganiayaan karyawan Restoran Mai Cenggo di Labuan Bajo, telah viral di media sosial, (instagram, tik-tok dll) dan telah mendapat perhatian seluruh masyarakat Indonesia. Pak Benny Kabur Harman juga telah memberikan klarifikasi namun, ketika melihat rekaman CCTV, kita jadi ragu dengan klarifikasi dari Pak Benny”, kata Yohanes Hegon.

Iapun menyodorkan dua pertanyaan terkait peristiwa dugaan penganiayaan tersebut.

“Apakah BKH telah mengatakan sesuai fakta kejadian? Dan apakah BKH hendak mengelak dari ‘tuduhan’ penganiayaan?”, tanya Yohanes Hegon.

Pada rekaman CCTV, katanya terlihat jelas bahwa ada tindakan penamparan bukan tindakan mendorong.

” Itu tidak terbantahkan menurut kami. Dan gerakan menampar itu terjadi kurang lebih sebanyak 3 kali. Jadi, apakah BKH telah mengatakan sesuai fakta kejadian? Bukti rekaman CCTV jelas dan tidak terbantahkan, tegas Yohanes dalam rilis yang diterima NTTOnlinenow.com, Minggu (29/05/2022).

Atas peristiwa tersebut, korban Ricardo T. Cundawan juga telah melaporkan ke Polres Manggarai Barat.

Diketahui, setelah Benny K Harman mengetahui dirinya dilaporkan, ia langsung membuat klarifikasi yang menyangkal bahwa dirinya tidak melakukan tindakan penganiayaan. Bahkan mengajukan Laporan Polisi atas perbuatan tidak menyenangkan yang diterima dirinya dan melapor balik atas tuduhan pencemaran nama baik, hoaks dan menyebarkan informasi sesat kepada publik.

“Kita mengapresiasi tindakan Pak Benny, sebagai politisi dan anggota DPR RI yang segera memberikan klarifikasi. Tapi kita jadi ragu setelah melihat rekaman CCTVnya? Terus, reaksi pak Benny melapor balik dengan delik hoaks, apanya yang hoaks? Rekaman CCTV bukti kuat dan bukan hoaks. Apakah dengan melapor balik, BKH hendak mengelak dari ‘tuduhan’ penganiayaan?”, tanya Yohanes.

Menurutnya, bukti rekaman CCTV, saksi kunci dan visum telah dikantongi oleh pihak penyidik.

Aliansi NTT Bergerakpun berharap, agar kasusnya bisa segera naik ke meja hijau.

“Kami berharap agar tim penyidik segera menyelesaikan berkas penyelidikan sehingga segera naik ke meja pengadilan. Kalau berkasnya sudah dipengadilan, ya segeralah diadili”, tegas Yohanes.

Lebih lanjut Yohanes mendesak Aparat Penegak Hukum agar kasus tersebut diproses sesuai aturan hukum yang berlaku dan tidak diintervensi oleh partai politik manapun.

“Kita tahu bahwa Pak Benny ini salah satu petinggi partai politik dan anggota komisi III DPR RI, yang menangani bidang Hukum dan HAM. Bagi kita, semua sama di mata hukum, apalagi ini sudah masuk delik umum. Jadi, kita kawal dan pantau kasus ini. Kita mendesak Aparat Penegak Hukum untuk terbuka dalam memproses kasus ini sampai tuntas, tanpa adanya intervensi politik dari partai politik mana pun dan dari pihak manapun. Kita mau lihat apakah penegakan hukum ini tumpul ke atas dan tajam ke bawah atau tidak”, pungkas Yohanes Hegon Kelen Kedati.

Sebelumnya viral diberitakan berbagai media, Benny K Harman menampar seorang karyawan restoran hanya karena ia diminta untuk pindah tempat duduk. Kejadian tersebut terjadi pada Selasa (24/05/2022) lalu, saat Benny K Harman mengunjungi sebuah restoran di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Saat itu meja yang ditempati Benny sudah direservasi. Sementara untuk Benny dan keluarganya pihak restoran telah menyiapkan tempat yang sama.

Namun Benny merasa tidak nyaman dan tidak menerima baik penjelasan korban, kemudian menyuruh korban memanggil manager restoran.
Korban kemudian meninggalkan Benny dan mampir ke kasir menjelaskan masalah tersebut.

Merasa tidak puas, Benny menyusul korban dengan masuk ke ruangannya tanpa permisi sambil mengeluarkan perkataan yang tidak menyenangkan dan menampar korban sebanyak tiga kali.

Akibat dari tindakan kekerasan yang dilakukan Politikus dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi Partai Demokrat ini , korban mengalami gangguan di bagian telinga dan mengalami trauma.

s: nttonlinenow.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy