Duda Tua Nikahi Anak Yatim Bawah Umur, Wakil Gubernur Marah Besar, Baru Tahu Kalau Viral



IDEANEWSINDO.COM - Perkawinan beda usia terjadi di Nusa Tenggara Barat atau NTB.

Hal ini membuat Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalillah marah.

Dia sampai mengancam beberapa oknum yang melancarkan pernikahan tersebut.

“Siapa yang memudahkan itu juga bisa terancam,” kata Rohmi belum lama ini.

Pernikahan itu terjadi di Dusun Ngabok, Desa Pelambik, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah.

Mempelainya adalah pria duda berusia 55 tahun dan anak yatim berusia 16 tahun.

Meski berita ini telah santer tersebar luas namun politikus partai Nasdem ini mengaku belum mendapatkan laporan terkait kasus ini.

“Saya sendiri belum update ini,” jelasnya.

Kasus pernikahan usia anak ini tampaknya menohok pemerintah daerah.

Dengan beragam program pencegahan pernikahan usia anak yang telah diupayakan oleh pemerintah daerah.

Lebih jauh Pemprov pun menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pencegahan Perkawinan Anak. 

Lantas kejadian semacam ini membuat pemerintah daerah merasa kecolongan.

“Nah ini sebenarnya yang membuat kita kian terpuruk,” ucapnya sembari tersenyum getir.

Penanganan pernikahan usia anak yang sudah kadung terjadi ini, kata Rohmi harusnya ditangani terlebih dahulu oleh pemerintah kabupaten dan dinas terkait.

“Ya makanya yang paling dekat menangani langsung di depan mata harusnya mengetahui kasusnya,” ujar Rohmi.

Rohmi pun menyinggung terkait Peraturan Daerah yang telah diterbitkan untuk mencegah kasus semacam ini terulang kembali.

Namun, jika pernikahan tersebut terjadi atas dasar suka sama suka dengan persetujuan dari pihak keluarga maka disebut Rohmi pemerintah tidak bisa melakukan intervensi layaknya tindak kejahatan.

“Nah itu Mangkanya harus ada proses edukasi yang baik, dari hati ke hati. Tidak bisa dilakukan dengan cara kekerasan,” pungkasnya.

Duda Nikahi Anak Yatim

Sapar (55) saat ini menjadi buah bibir di kalangan masyarakat setelah viral melangsungkan pernikahan dengan gadis berusia 16 tahun berinisial SH.

Perbedaan usia antara kedua mempelai yang terbilang begitu jauh, tidak mengurungkan niat keduanya untuk melangsungkan pernikahan.

Sapar yang merupakan warga Desa Pelambik, Kecamatan Praya Barat Daya ini mengaku jika tidak mendapatkan halangan apapun saat mempersunting SH menjadi istrinya.

Selain karena rasa cinta keduanya yang begitu mendalam, Sapar menerangkan jika pihak keluarga perempuan tidak menghalangi niat dirinya melangsungkan janji suci dalam ikatan pernikahan.

Kedua faktor inilah yang menyebabkan mulusnya perkawinan antara Sapar dengan SH yang keduanya telah melangsungkan akad perkawinan di rumah Sapar pada hari Jumat, (22/4/2022).

Menurut Sapar, faktor lainnya yang menyebabkan dirinya mendapatkan restu dari pihak keluarga perempuan adalah karena istrinya saat ini merupakan seorang yatim.

Ayah SH sudah meninggal sehingga SH saat itu diasuh dan dibesarkan oleh ibunya sebagai orang tua tunggal.

Meskipun awalnya tidak mendapatkan restu dari ibunya SH, Sapar tetap berjuang berusaha untuk mendapatkan hati ibunya SH.

Bahkan awalnya SH telah diperintahkan oleh ibunya untuk berada di rumah neneknya.

Tujuannya adalah neneknya SH yang melakukan pembicaraan dengan Sapar apakah mereka boleh menikah atau tidak.

Setelah Sapar berhasil mendapatkan hati nenek dan ibunya SH, tanpa pikir panjang Sapar langsung membawa SH, pujaan hatinya untuk langsung berangkat ke rumahnya untuk segera melangsungkan akad.

"Saya waktu itu disuruh oleh neneknya. Dia menyuruh saya bawa aja cucunya itu. Tujuannya ya untuk menikah," jelas Sapar sambil memperagakan caranya.

Sapar yang sehari-hari bekerja sebagai petani, mengungkapkan jika ia tidak akan melangsungkan akad jika tidak mendapatkan restu dari keluarga besar SH.

Namun berkat kepiawaian dan kemampuan negosiasi dari Sapar, seluruh anggota keluarga SH luluh hatinya untuk melepaskan SH menjadi istri Sapar.

"Dia ini (SH) adalah anak yatim. Ayahnya yang merupakan orang ia cintai itu meninggal.

Tentu saya akan berusaha menjadi sosok ayah sekaligus suami bagi dia. Saya pasti bisa," pungkas Sapar.

Kini Sapar dengan SH keduanya hidup berbahagia bersama mengarungi bahtera rumah tangga.

Sapar mengaku tidak mempermasalahkan pro kontra yang terjadi di kalangan masyarakat terkait pernikahannya dengan SH.

Baginya, yang terpenting adalah seluruh keluarga SH dan dirinya merestui hubungan pernikahan keduanya.

"Saya berharap ini menjadi pernikahan yang terakhir bagi saya karena saya sebelumnya gagal membina rumah tangga.

Saya akan terus membahagiakan SH sebagai tanggung jawab saya sebagai seorang suami," pungkas Sapar.

s; tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy