Jokowi Ingin Damaikan Rusia dan Ukraina di KTT G20, Rocky Gerung Minta Presiden Sadar Diri



IDEANEWSINDO.COM - Pengamat politik Rocky Gerung melayangkan kritik tajam terkait keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendamaikan Rusia dan Ukraina.

Rocky Gerung menilai bahwa Presiden Jokowi baru saja mendapat sebuah ‘big data’ yang membuatnya tiba-tiba menaikkan profile internasionalnya dengan mengundang Rusia dan Ukraina ke KTT G20.

Menurutnya, tindakan Presiden Jokowi mengundang Rusia dan Ukraina ke KTT G20 hanya untuk menaikkan legitimasi.

“Ya saya menduga sambil mengukur, bahwa Pak Jokowi baru dapat big data yang isinya ‘kalau Pak Jokowi tampil sebagai tokoh internasional, maka legitimasinya akan pulih,” kata Rocky Gerung seperti dikutip Kabar Besuki dari kanal Youtube pribadinya pada 30 April 2022.

“Jadi Pak Jokowi merasa ‘oke saya perlu headline’ jadi dibuatlah itu mengundang Putin dan Zelensky berdamai,” imbuhnya.

Namun,menurut Rocky Gerung,  keinginan Jokowi untuk mendamaikan Rusia dan Ukraina di KTT G20 ini justru malah akan membuat presiden dipermainkan publik internasional.

Hal ini dikarenakan, Indonesia masih menjadi pemain recehan yang tidak pernah dianggap oleh publik internasional.

“Masalah kita adalah profil kita itu di dunia Internasional dianggap sebagai pemain recehan, kan itu masalahnya,” ujar Rocky Gerung.

“Ya memang Pak Jokowi tentu merasa hebat  karena udah bikin headline, tapi bagi dunia itu apa? gak ada apa-apanya itu,” lanjutnya.

Mantan dosen Filsafat Universitas Indonesia itu bahkan menyebut bahwa Presiden Jokowi justru akan dipermainkan oleh Presiden Ukraina Zelensky.

Hal ini terlihat saat Zelensky meminta bantuan senjata ke Presiden Jokowi sebelum menghadiri acara KTT G20.

“Pak Jokowi akan dipermainkan lagi dalam publik Internasional,” jelasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkapkan keinginannya untuk mendamaikan perang Rusia dan Ukraina dalam konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20.

Sebagai langkah awal, Jokowi mengatakan sudah berkomunikasi dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia, Vladimir Putin melalui sambungan telepon untuk menawarkan mediasi antara keduanya.

“Sebagai pemegang mandat Presidensi G20 tahun 2022, Indonesia ingin menyatukan G20, jangan sampai ada perpecahan, perdamaian dan stabilitas adalah kunci bagi pemulihan dan pembangunan ekonomi dunia,” ujar Presiden Jokowi melalui instagram pribadinya.

s; pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy