Ketegangan Cak Imin dengan Gus Yahya Bisa Berakibat Fatal Terutama Jika Keluarga Gus Dur Ikut Campur



IDEANEWSINDO.COM - Ketegangan politik antara Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dipandang berakibat lebih fatal jika tidak segera dimitigasi.

Direktur Eksekutif Indostrategic, Ahmad Khoirul Umam, Rabu siang (11/5) mengatakan, jika tidak segera dimitigasi serangan terbuka Cak Imin kepada Gus Yahya berpeluang memunculkan serangan balik.

Menurut Umam, bisa saja serangan balik itu berupa sel-sel politik di lingkaran keluarga Gus Dur dan sejumlah politisi senior PKB yang tersingkir di masa kepemimpinan Cak Imin akan terkonsolidasi.

“Konsolidasi kekuatan ini bisa berpuncak pada operasi regenerasi kepemimpinan internal politik PKB, hingga mengancam dominasi kekuasaan Cak Imin selama hampir 20 tahun terakhir ini,” kata Umam.

Dalam pandangan Dosen Universitas Paramadina ini, jika operasi politik sel kekuatan lingkaran keluarga Gus Dur terkonsolidasi menjelang 2024, maka akan berdampak pada penurunan suara PKB.

Selain itu, Umam berpendapat Cak Imin akan gagal maju pada kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

Untuk mencegah dampak konflik semakin nyata, Umam menyarankan agar ada upaya perbaikan komunikasi politik antara Cak Imin dan Gus Yahya.

“Masing-masing juga harus menahan ego pribadi, dengan fokus pada agenda penguatan organisasi yang dipimpinnya masing-masing, yakni PBNU dan PKB,” pungkas Doktor Ilmu Politik dari The University of Queensland, Australia ini.

Awal menjabat Ketum PBNU Gus Yahya menegaskan bahwa PBNU di eranya tidak akan membuat Nadhlatul Ulama (NU) menjadi alat politik PKB.

Secara politik, Gus Yahya bahkan secara terbuka mengumbar kedekatannya dengan partai lain, seperti PDIP, Golkar dan juga PPP.

Di sisi lain, Cak Imin secara terbuka mengatakan bahwa apa yang disampaikan Gus Yahya tidak akan berpengaruh pada soliditas PKB.

Bagi Cak Imin, 13 juta pemilih PKB adalah pendukung yang paling loyal.

Pernyataan Cak Imin itu didasarkan dari hasil survei beberapa lembaga survei.

s; pojoksatu.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy