PA 212 Diprediksi Akan Berbalik Melawan Prabowo Subianto pada Pilpres 2024



IDEANEWSINDO.COM - Hubungan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Persatuan Alumni atau PA 212 diprediksi akan sulit dipulihkan. 

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, bahkan menilai PA 212 akan menjadi basis masa lawan Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden 2024.

Ujang menyatakan bahwa PA 212 yang merupakan pendukung utama Prabowo pada Pilpres 2019 telah tersakiti setelah Gerindra memutuskan bergabung dengan pemerintahan Presiden Jokowi. 

Luka tersebut, menurut Ujang, bisa semakin membesar setelah Prabowo mencoba mencari dukungan dari Nahdlatul Ulama (NU) dalam beberapa hari terakhir.

"Kelompok 212 akan makin sakit hati. Dan akan mati-matian kontra dengan Prabowo di Pilpres 2024 nanti," ujar Ujang saat dihubungi Tempo, Sabtu, 7 Mei 2022.

Ujang menerangkan, basis massa NU saat ini masih belum bulat mendukung calon presiden 2024. 

Oleh karena itu, menurut Ujang, Prabowo sedang berusaha memeroleh suara dari kelompok ormas Islam terbesar di Indonesian itu.

Oleh karena itu, Ketua Umum Partai Gerindra tersebut diprediksi bakal semakin gencar mendekati para tokoh NU dalam beberapa hari ke depan.

"Akan semakin intens dekati struktural dan kultural NU," kata Ujang.

Prabowo berkunjung ke beberapa pondok pesantren dan menemui sejumlah tokoh NU di Jawa Timur dan Jawa Tengah dalam safari Idul Fitri 2022 beberapa hari terakhir. 

Dia bertemu dengan sejumlah kiyai besar NU hingga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indra Parawansa dan berziarah ke makan Presiden ke-4 Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Irfan Yusuf Hasyim berujar, Prabowo juga direncanakan bertemu dengan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU pada akhir pekan ini. 

Dia menyatakan, pertemuan tersebut direncanakan digelar pada hari libur, karena pada Senin mendatang Prabowo sudah harus kembali menjalankan tugasnya sebagai Menteri Pertahanan.

Meskipun demikian, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menolak anggapan bahwa kunjungan Prabowo Subianto tersebut berkaitan dengan Pemilihan Presiden 2024. 

Dia menyatakan bahwa Prabowo hanya mempererat silaturahmi yang sudah tersambung bertahun-tahun meskipun mengklaim bahwa sejumlah tokoh NU mendoakan ketua dewan pembina partainya itu bisa menjadi pemimpin Indonesia selanjutnya.

s; tempo.co

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy