Sempat Dikritik Usai Absen, Anies Hadiri Paripurna DPRD untuk Terima WTP



IDEANEWSINDO.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendapat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ini merupakan WTP kelima DKI di era Gubernur Anies Baswedan.

Predikat WTP disampaikan oleh Kepala Perwakilan BPK DKI Jakarta Dede Sukarjo saat Rapat Paripurna dalam rangka penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI Perwakilan DKI Jakarta di DPRD DKI Jakarta pada Selasa (31/5/2022). Rapat itu dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik.

Laporan itu diterima langsung oleh Anies Baswedan dan Wagub DKI Ahmad Riza Patria. Momen penyerahan laporan disaksikan langsung oleh anggota dewan serta jajaran Pemprov DKI Jakarta.

"Pimpinan sidang dan hadirin yang berbahagia. Berdasarkan proses pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2021, BPK memberikan opini wajar tanpa pengecualian kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," kata Kepala Perwakilan BPK DKI Jakarta Dede Sukarjo saat paripurna.

Pengumuman itu langsung disambut riuh tepuk tangan dari jajaran Pemprov DKI Jakarta. Mereka turut mengibarkan spanduk serta selempang berwarna putih bertuliskan 'Jakarta WTP Ke-5 dan 5eterusnya'.

Hadir Usai Diprotes Gegara Sempat Absen Paripurna

Anies datang ke rapat paripurna DPRD DKI Jakarta usai sempat dikritik karena absen Paripurna. Kritik itu disampaikan oleh anggota DPRD DKI dari Golkar dan PDIP.

Anies absen saat DPRD DKI menggelar rapat paripurna terkait penyampaian rekomendasi DPRD atas LKPJ Gubernur DKI Jakarta Tahun 2021. Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Basri Baco tiba-tiba mengajukan interupsi menjelang rapat berakhir.

Interupsi dilakukan sebelum Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi menutup rapat paripurna, Senin (25/4). Rapat paripurna hari ini diikuti anggota DPRD secara langsung di ruang rapat dan virtual.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria hadir langsung di rapat ini. Basri mempertanyakan alasan Anies absen di beberapa rapat paripurna terakhir dan selalu diwakili Riza. Padahal masa jabatan keduanya sama-sama berakhir pada Oktober nanti.

"Bapak Wakil Gubernur yang saya hormati dan teman-teman anggota Dewan yang saya hormati. Saya mengamati beberapa paripurna Pak Gubernur tidak pernah hadir, selalu diwakili oleh Pak Wakil Gubernur terus. Padahal berhentinya gubernur dan wakil gubernur bersamaan. Kalau tidak salah di bulan Oktober nanti," ujarnya.

s; detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy