Teriak Maling! Sutradara Preman Pensiun Mengamuk Karyanya Dibajak



IDEANEWSINDO.COM - Demi mengobati rasa rindu pecinta serial Preman Pensiun (PP), Sutradara Aris Nugraha merilis FTV PP dengan judul Menunggu Senja.

FTV Preman Pensiun Menunggu Senja ditayangkan tepat di Hari Raya Idul Fitri pada Senin, 2 Mei 2022 lalu.

Usai penayangannya sukses menyita perhatian banyak pasang mata, sejumlah oknum memanfaatkan rating tinggi FTV Preman Pensiun Menunggu Senja sebagai sarana meraup untung.

Mereka dengan lancang mengunggah atau mengedarkan karya cipta film yang digawangi oleh Aris Nugraha ke media sosial, salah satunya lewat platform YouTube.

Sontak sutradara Preman Pensiun pun meradang melihat kelakuan oknum yang membajak hasil karyanya.

Dia tak segan menyebut orang tersebut dengan julukan maling.

"Saya tuh bikin PP buat para penggemar, bukan untuk maling yang kemudian upload di youtube," kata Aris.

Sinematografi atau film sejatinya memang masuk ke dalam ranah hak kekayaan intelektual.

Hal ini membuat film mengandung hak cipta yang dilindungi.

Suatu hasil karya cipta merupakan hak eksklusif bagi pencipta seperti tertuang dalam Pasal 1 angka 1 UUHC 2014.

Dalam kasus ini, mereka berhak mengontrol
penyebaran atas karya ciptanya melalui penyiaran yang disertai lisensi yaitu melalui Lembaga Penyiaran.

Ada pun masalah hak cipta telah diatur dalam Pasal 40 huruf m dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014.

Bahkan orang yang memenuhi unsur pidana dalam bentuk pembajakan dapat terancam hukuman paling lama 10 tahun penjara atau denda paling banyak Rp4 miliar.

Oleh karena itu tak heran mengapa para pemegang hak cipta naik pitam saat karyanya dibajak.

Aris pun mengucapkan terima kasih kepada netizen yang memberi kabar terkait kasus pembajakan tersebut.

s: pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy