Terkait Rendahnya Elektabilitas Cak Imin di Jawa Barat, Tagar Capres Nol Koma Mendadak Trending di Twitter



IDEANEWSINDO.COM - Rendahnya Elektabilitas Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin jadi perbincangan hangat di media sosial.

Angka elektabilitas yang hanya di bawah 1 persen dan ambisi Cak Imin maju sebagai Calon Presiden 2024 mendapat reaksi negatif dari netizen.

Alhasil, #CapresNolKoma jadi trending topik di media sosial Twitter.

Hingga Sabtu 7 Mei 2022 siang, 3921 Tweet #CapresNolKoma berseliweran di Tweeter.

Banyak yang mengherankan dengan sikap Cak Imin yang ingin nyapres walaupun angka elektabilitasnya di bawah 1 persen.

"Heran, hasil survei kemarin #CapresNolKoma doang tapi tetep pengen naik jadi Capres, pasti Ada Yang Panik bentar lagi," tulis akun @wawan***

Hal senada juga disampaikan pemilik akun @kris4488***

"Kok bisa yakin dan percaya diri bget mau nyapres tapi elektabilitas hanya 0,5%? apa ya msh mau maju. #CapresNolKoma," tulisnya.

Bahkan ada yang menyinggung dengan paniknya salah satu kelompok.

"Gimana pak elektabilitasnya #CapresNolKoma apakah Ada Yang Panik nih," tulis akun @Rawlesen***:l

Begitu juga pengguna akun @Nika11420*** "Cak imin mau maju Nyapres?gk salah, hasil survei aja anjlok bnget. #CapresNolKoma. Ada yang panik."

"Kenapa kok bisa #CapresNolKoma. Ada Yang Panik haha panik gak tuh," tulis akun @desymar***

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, memiliki elektabilitas rendah di Jawa Barat yang masih berada di bawah angka 1 persen.

Hal itu berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC).

Di mana sejumlah elite partai seperti Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua DPP PDI-P Puan Maharani juga memiliki elektabilitas kecil di Jawa Barat.

Berdasarkan simulasi top of mind di mana responden menjawab dengan spontan siapa yang akan ia pilih sebagai presiden, hanya ada 0,4 persen responden yang menjawab Airlangga.

Nama Puan dan Muhaimin bahkan tidak disebut oleh responden, meski masih ada 43,2 persen responden yang menjawab tidak tahu, tidak menjawab, atau rahasia.

Selanjutnya, pada simulasi semi terbuka 29 nama, jumlah responden yang memilih Airlangga sebanyak 0,9 persen, diikuti Muhaimin (0,3 persen), dan Puan (0,1 persen).

Pada simulasi tertutup 10 nama, Arilangga tercatat memperoleh 1,3 persen sedangkan Puan hanya mendapat 0,8 persen, nama Muhaimin tidak dimasukkan dalam simulasi ini.

Survei ini dilaksanakan SMRC pada 5-8 Februari 2022 dengan metode wawancara melalui telepon kepada 801 responden yang merupakan warga Jawa Barat.

Responden dalam survei ini dipilih secara acak dari database hasil survei SMRC sebelumnya serta dipilih acak melalui metode random digit dialing.

Margin of error survei ini diperkirakan ±3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

s; pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy