Geger, Google Maps Bocorkan Lokasi Rahasia Aset Militer Rusia



IDEANEWSINDO.COM - Perusahaan raksasa yang bermukim di AS, yaitu Google dilaporkan melakukan pelanggaran privasi.

Google Maps sebagai salah satu platform Google yang menyediakan pemetaan web melalui citra satelit, telah mencabut pembatasan sensor.

Dan yang dirugikan di sini adalah Rusia, Google Maps membocorkan lokasi sensitif dari aset-aset militer Rusia melalui satelit.

Dikutip Zona Jakarta dari Defence Security Asia, Google Maps menunjukkan lokasi stasiun peluncuran rudal balistik dan berbagai aset militer lainnya.

Termasuk, lokasi kapal induk "dmiral Kuznetsov", kapal perang bertenaga nuklir "Peter The Great" di Murmansk dan kapal penjelajah kelas Slava "Marshal Ustinov".

Dua kapal selam nuklir di dekat dua kapal selam yang lebih kecil di Murmansk, dan pangkalan udara di Kursk dengan yang terlihat sejumlah pesawat tempur Su-57.

Walaupun perlu dicatat bahwa gambar yang diperlihatkan ini dianggap tidak up-to-date. yang berarti bahwa gambar tersebut tidak diperbaharui selama bertahun-tahun, lapor Daily Mail.

Untungkan Ukraina dan Rugikan Rusia

Menurut kode etik, Google Maps hanya menampilkan aset atau wilayah militer suatu negara dengan resolusi buram atau rendah.

Dengan terbongkarnya lokasi dan aset-aset Rusia saat ini, Ukraina secara praktis sangat diuntungkan dalam konflik berkepanjangan ini.

Bahkan kabar ini juga dikonfirmasi pasukan Ukraina yang mengatakan bahwa pangkalan militer Rusia terlihat di Google Maps, Zona Jakarta mengutip News Rebeat.

"Sekarang semua orang dapat melihat stasiun peluncuran rudal Rusia, pos komando mereka bahkan berbagai area penyimpanan amunisi rahasia," katanya.

Citra yang ditampilkan dari satelit ini adalah masalah besar bagi Rusia dan militernya, dengan otomatis memberikan informasi pergerakan mereka kepada Ukraina.

Pembelaan Google

Memang benar, kabar yang mengatakan bahwa Google Maps membocorkan lokasi aset militer Rusia datang dari Ukraina.

"Militer Ukraina mengklaim bahwa tindakan pencabutan pembatasan sensor ini berkaitan erat dengan konflik yang sedang terjadi," dikutip dari Pikiran Rakyat.

Walaupun, Google sangat jelas membantah laporan tersebut.

Melalui Juru Bicara Google, mengatakan bahwa gambar yang tertangkap satelit akan aset-aset militer Rusia nyatanya dapat diakses bahkan sebelum konflik terjadi.

Tetapi, Google pun tidak diam saja terkait perang Rusia-Ukraina yang terjadi saat ini.

Google telah menjatuhkan sejumlah sanksi kepada Rusia sejak awal konflik pada akhir Februari lalu, antara lain:

Mereka telah menghentikan penjualan berita/ada di Rusia, lalu sanksi mengenai pemberhentian akses Google Play untuk beberapa pengguna di sana yang sejalan dengan sanksi ekonomi global.

Serta larangan posting iklan oleh lembaga Pemerintah Rusia di YouTube, Zona Jakarta mengutip Defence Security Asia.

Dan sebagai balasan Rusia mengancam akan mendenda Google karena memposting informasi tidak akurat tentang negara tersebut di YouTube.

s; pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy