Jual Pacar yang Masih 14 Tahun, RD dan Rekannya Digerebek & Ditangkap Polisi di Kos-kosan



IDEANEWSINDO.COM - Perbuatan biadab RD bersama rekannya GN yang menjual gadis belia ke pria hidung belang akhirnya terbongkar.

Keduanya, RD dan rekannya itu akhirnya ditangkap melalui penggerebekan yang dilakukan di kos-kosannya pada Selasa (21/6) pagi sekitar pukul 10.30 WITA.

Kapolsek Sungai Pinang AKP Noordhianto mengungkapkan terbongkarnya aksi biadab RD bersama rekannya itu melalui patroli siber yang dilakukan pihaknya kepolisian.

RD diketahui memperdagangkan korban yang tak lain adalah pacaranya yang masih berusia 14 tahun melalui aplikasi pesan MiChat.

 "Hasil penyelidikan, kedua pelaku mempunyai peran masing-masing. RD bertugas memacari korban, sementara pelaku GN ini memasarkan korban melalui aplikasi MiChat," beber AKP Noordhianto dikonfirmasi Jumat (24/6).

Keduanya yang ditangkap melalui penggerebekan di kos-kosan yang dihuni bersama korban itu yang mengakui seluruh perbuatannya.

RD dan rekannya itu langsung ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka.

AKP Noordhianto mengungkapkan kronologi tindak perdagangan anak di bawah umur ini yang bermula saat RD berkenalan dengan korban.

Modus RD memacari gadis yang masih lugu itu supaya bisa memperdaya korban untuk menjadi PSK.  

"Setelah berpacaran sekitar tiga minggu, pelaku membujuk rayu korban agar mau dijual ke pria hidung belang," beber perwira pertama Polri itu.

RD kemudian menyuruh rekannya GN menjajakan pacarnya melalui MiChat.

Keduanya sudah melakukannya ini sejak awal Juni 2022.

Sekali kencan, RD dan GN mematok harga Rp 800 ribu.

Sejak awal Juni hingga sebelum ditangkap polisi, RD mengaku korban sudah melayani 10 pria hidung belang.

"Untuk yang menentukan lokasi pertemuan antara korban dengan pria hidung belang, tersangka yang tentukan," ungkapnya.

Kedua pelaku uang yang didapatkan dari memperdagangkan korban itu telah habis untuk kebutuhan sehari-hari.

Polisi masih terus mendalami kasus penjualan anak di bawah umur ini karena tidak menutup kemungkinan adanya korban lain yang sudah mereka pekerjakan sebagai perempuan penghibur. 

"Kami masih melakukan pengembangan karena tidak menutup kemungkinan ada korban lain,” tegasnya.

Korban yang mengalami depresi saat ini sudah dikembalikan ke pihak keluarganya.

"Untuk korban sudah diamankan dan diserahkan ke keluarganya untuk dipulihkan psikologisnya karena korban mengalami depresi akibat kasus ini," pungkasnya.

s; jpnn.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy